Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pemilu 2014
Mantan Panglima TNI Dukung Prabowo-Hatta
Monday 02 Jun 2014 20:19:07
 

Pasangan Prabowo-Hatta dan ribuan pendukung berjalan dari Masjid Sunda Kelapa ke KPU RI untuk mendaftar Capres Cawapres Pemilu 2014, Selasa (20/5).(Foto: BH/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Panglima TNI 2007-2010 Jenderal (Purn) Djoko Santoso menyatakan dukungan politiknya, kepada calon Presiden nomer urut 1 Prabowo Subianto dan calon wakil Presiden Hatta Rajasa.

"Saya mendukung karena alasan ideologis dan profesional, serta berdasarkan alasan hasil analisis intelijen," kata Djoko, Jakarta, Senin (2/6).

Djoko menjelaskan, alasan ideologis karena dirinya dan Prabowo sama-sama prajurit sapta marga serta mempunyai visi-misi yang sama dalam memajukan Indonesia ke depan.

Sementara alasan profesional, kata Djoko, selaku mantan Panglima TNI mempunyai cara pandang yang sama dengan Prabowo, yaitu mengenai pentingnya pendekatan stabilitas.

"Khusus dari analisis intelijen, saya melihat bahwa jika Prabowo-Hatta terpilih, maka pasca pilpres akan terbentuk pemerintahan yang kuat, karena Prabowo-Hatta mendapatkan dukungan dari mayoritas partai politik peserta Pemilu," pungkasnya.

Seperti diketahui, kini kekuatan 6 partai Politik yang tergabung dalam koalisi Merah Putih; Partai Gerindra, PAN, PKS, PKB, PBB, Golkar dengan Capres pasangan No 1 Prabowo-Hatta, jika dilihat dari hasil perolehan Pemilu Legislatif 9 April lalu, jumlah perolehannya sebesar 48,93 % dengan 292 kursi anggota DPR RI atau memiliki 52,1 % suara.

Kekutaan ini belum lagi jika ditambah dengan Parpol Partai Demokrat (PD) pimpinan Jenderal TNI (Purn) SBY yang perolehannya sebanyak 61 kursi atau 10,19% suara, dimana signsningnya kini PD bakal jadi berKoalisi ke Merah Putih, ini akan menambah kekuatan pada Koalisi Merah Putih Prabowo-Hatta yang akan menjadi 353 kursi di DPR RI atau 59.12 % suara dari total seluruh kursi parlemen yang ada sebanyak 560 anggota DPR RI.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Pemilu 2014
 
  Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
  3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
  Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
  NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
  Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
ads1

  Berita Utama
Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2