Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    

Menko Belum Tahu Penjemputan Nazaruddin
Tuesday 26 Jul 2011 20:01
 

BeritaHUKUM.com/riz
 
JAKARTA-Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengatakan, belum mendapatkan informasi mengenai rencana penjemputan Nazaruddin. Seharusnya, ia merupakan pihak pertama yang mendapatkan kabar atas rencana ini.

"Saya belum terima info itu dan biasanya kalo kesempatan pertama kepolisian sudah melakukan itu, pasti melapor ke saya. Tapi hingga sekarang saya belum mendengar kabar itu," ujarnya kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/7).

Djoko mengatakan, informasi menemukan dan penjemputan Nazaruddin justru didengar dari media. Secara resmi sama sekali belum ada laporan yang diterimanya atas keberhasilan ini. Tim dari kepolisian juga belum menginformasikan penjemputan Nazaruddin. "Sampai sekarang saya belum terima laporan itu," ujarnya

Ketika penangkapan serta penjemputan Nazaruddin dikonfrimasi kepada Polri melalui Kadiv Humas Irjen Pol. Anton Bachrul Alam, tidak membenarkan atau menyanggah. Ia hanya mengatakan tim masih memburu tersangka kasus dugaan suap Seskemenpora itu. "Belum, belum kembali (ke Tanah Air)," ujarnya.

Seperti diberitakan, Menkumham Patrialis Akbar sempat menyatakan keberhasilan institusinya menemukan keberadaan Nazaruddin ini diungkapkan. Bahkan, tim gabungan yang telah dibentuknya segera berangkat ke sebuah negara untuk menjemputnya sekaligus untuk membawa pulang buronan nomor wahid yang membuat gerah aparat penegak hukum serta Partai Demokrat.

Sebelumnya, Nazaruddin melarikan diri ke luar negeri sejak 23 Mei 2011. Hingga awal Juli 2011, Nazaruddin diketahui berada di Singapura. Kemenlu Singapura sempat menyatakan Nazaruddin sudah meninggalkan negara itu jauh sebelum tanggal 30 Juni 2011.

Nazaruddin diduga terlibat dalam kasus dugaan suap yang menjerat Sesmenpora Wafid Muharam, pengusaha PT Duta Graha Indah Mohamad El Idris, dan mantan Direktur PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manullang sebagai tersangka itu. Selama di luar negeri, bekali-kali Nazaruddin membuat heboh pemberitaan nasional.(irw)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kapan Idul Fitri 2024? Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 10 April, Ini Versi NU dan Pemerintah

Refly Harun: 6 Ahli yang Disodorkan Pihak Terkait di MK Rontok Semua

PKB soal AHY Sebut Hancur di Koalisi Anies: Salah Analisa, Kaget Masuk Kabinet

Sampaikan Suara yang Tak Sanggup Disuarakan, Luluk Hamidah Dukung Hak Angket Pemilu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Di Depan Jokowi, Khatib Masjid Istiqlal Ceramah soal Perubahan

Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka

Tradisi Idulfitri Sebagai Rekonsiliasi Sosial Terhadap Sesama

Kapan Idul Fitri 2024? Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 10 April, Ini Versi NU dan Pemerintah

Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2