Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
ESDM
Menteri ESDM Harus Keluarkan Juknis untuk Implementasi PP No.70 2009
Thursday 29 Jan 2015 04:57:25
 

Aris Yunanto Direktur Utama EMI (Energi Manajemen Indonesia), Marice Hutapea Direktur Dirjen EBTKE (energi Baru Terbarukan dan Konservasi) saat jumpa pers di sela acara perayaan Ultah 28 tahun P.T EMI di Jakarta Selatan (28/1).(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Bank Pembangunan Asia dalam Energi Outlook for Asia and the Pasific 2013, permintaan energi primer di Asia Pasifik diproyeksikan naik berkisar 2,1% per tahun selama 2010 hingga 2035, lebih cepat 1,5% per tahun dari pertumbuhan ekonomi. (prediksi selama periode yang sama).

ADB (Asean Development Bank) menyebutkan bahwa, permintaan energi primer Indonesia naik dari 180,5 juta ton setara minyak (Mtoe), dan di 2005 meningkat ke 207,8 Mtoe pada tahun 2010 (kira-kira tumbuh 2,9% pertahunnya). Begitupun menurut BPPT dalam Outlook Energi Indonesia 2014, konsumsi energi final pada periode 2000-2012 meningkat rata-rata sebesar 2,9% per tahun. Permintaan akan lebih tinggi lagi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk.

Semenjak tahun 2009, pemerintah mengeluarkan PP no.70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi, Pasal 2 ayat 1, disebutkan, “Konservasi energi nasional menjadi tanggung jawab Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/ kota, pengusaha dan masyarakat ”. Masyarakat yang dimaksud tentu saja setiap individu kita.

Disebutkan juga tentang tanggung jawab pemerintah, seperti merumuskan dan menetapkan kebijakan, strategi,dan program konservasi energi ; mengembangkan sumberdaya manusia yang berkualitas di bidang energi ; melakukan sosialisasi secara menyeluruh dan konpherensif untuk penggunaan tekhnologi yang menerapkan konservasi energi.

"Namun PP No.70 tahun 2009 tersebut kurang bertaji untuk mendorong institusi pemerintah dan BUMN, untuk melaksanakan efisiensi dan konservasu energi," kata Aris Yulianto selaku, Direktur Utama P.T Energy Management Indonesia (EMI) pada saat jumpa pers di sela acara perayaan Ultah 28 tahun P.T EMI di Jakarta Selatan (28/1).

Arispun mengatakan, "Padahal dalam aturan tersebut ada insentif dan ancaman berupa disinsentif bagi mereka yang melanggarnya." ungkapnya. Namun peraturan tersebut kurang mendapat tanggapan serius dari seluruh aspek masyarakat, walau disinsentifnya berupa peringatan, tertulis, pengumuman di media massa, denda, dan atau pengurangan pasokaan energi. Dalam hal ini BUMN maupun lembaga pemerintah kurang memperhatikan penghematan energi.

"Turunan dari PP tersebut harus merupakan peraturan menteri. Dimana Menteri ESDM harus mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) untuk implementasi PP tersebut agar bisa memantau dan melacak penggunaan energi, " tegas Aris menambahkan lagi, karena turunan dari PP itu belum muncul.

Padahal dengan teknologi dan kepakaran PT. EMI di bidang konservasi energi, pemerintah, BUMN, pemerintah daerah, dan BUMND dapat menghemat Rp. 2 Milyar perbulan atau Rp. 45 Miyar pertahun.(bhc/mnd)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2