Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Pendidikan
Menyingkap Tabir Pendidikan, Film Jangan Tutup Sekolah Kami
Tuesday 05 May 2015 12:42:24
 

Banner Film dokumenter Jangan Tutup Sekolah Kami.(Foto: jangantutupsekolahkami.com)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Film dokumenter Jangan Tutup Sekolah Kami diproduksi oleh tiga sineas muda yakni Tedika Puri Amanda, Taufan Agustyan dan Miftahuddin. Ketiganya adalah sineas muda jebolan program Metro Eagle Award. Kehadiran mereka ke Moro-Moro karena berempati terhadap apa yang terjadi pada ratusan anak Moro-Moro, Register 45 Mesuji Lampung.

Nasib anak sekolah di Moro-Moro Register 45, Mesuji, Lampung yang terpentang di tengah konfilk agraria memantik tiga sineas muda membuat film dokumenter tentang nasib pendidikan anak-anak di daerah itu.

Film yang di unggah dari akun Rio songgority di YouTube pada 30 April 2015 lalu dengan durasi 10.08 menit ini, kini telah ditonton 4,042, yang benar-benar menyingkap tabir bagaimana pendidikan yang ada, "di desa Moromoro bahwa disitu ada ribuan orang dan ratusan anak-anak yang membutuhkan pelayanan pendidikan, yang tidak dipenuhi bahkan di ingkari oleh Pemerintah Daerah sebagai sebuah entitas yang harusnya memberikan pelayanan. Karena prinsip yang paling mendasar bahwa Pendidikan itu merupakan Konstitusional Right/ hak dasar yang harus dipenuhi Pemerintah. Dan ketika masyarakat menyelenggarakan sendiri layanan itu, kemudian diluluh lantakkan atau akan digusur oleh Pemerintah," jelas Dr. Hs Tisnanta, SH. MH sebagai ketua PKKP HAM di film tersebut.

Sekolah Dasar yang didirikan secara swadaya sejak tahun 2000 dan telah melahirkan ratusan alumni kini SD Morodewe kini terancam "tutup". Pemerintah Kabupaten Mesuji tak lagi mengizinkan beroperasinya kelas Jauh/filial dan meminta anak-anak bersekolah ke sekolah induk yang Jaraknya 10 Km. Kini ratusan anak terancam putus sekolah. Kasus ini sendiri telah dilaporkan kepada Kementrian Pendidikan Nasional dan hingga kini ratusan anak moro-moro menunggu masa depan pendidikan mereka.

Film dokumenter Jangan Tutup Sekolah Kami ini akan diputar serentak di puluhan kota pada 2 Mei yang bertepatan Hari Pendidikan Nasional. Nonton Film Klik.(bh/sya)



 
   Berita Terkait > Pendidikan
 
  HNW: Peraturan Menteri Agama Penanganan Kekerasan Seksual Mestinya Adil dan Masukkan Pendekatan Agama
  Beri Kuliah Umum Mahasiswa Unair, Firli Bagikan Tips Sukses hingga Jadi Presiden
  Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021
  HNW Minta Kemenag Tindak Tegas Pemotong Bantuan Pesantren
  Ratna Juwita Pertanyakan Alokasi Dana Abadi Pesantren Tak Tercantum di APBN 2022
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2