Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
PAN
PAN: Jokowi Blunder Larang Menteri ke DPR
Wednesday 26 Nov 2014 05:32:31
 

Ilustrasi. Waketum PAN Dradjad H Wibowo.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang jajaran menteri Kabinet Kerja untuk rapat dengan DPR adalah blunder yang dilakukan presiden.

"Larangan presiden terhadap menteri rapat dengan DPR tersebut merupakan preseden buruk ketatanegaraan," kata Waketum PAN Dradjad H Wibowo, saat dihubungi, Selasa (25/11).

Menurut Dradjad, hubungan eksekutif dengan legislatif harusnya dilandasi dengan sikap saling menghargai. Bukan malah melarang jajarannya seperti yang dilakukan presiden, untuk tidak bertemu dan melakukan rapat dengan DPR.

"Jadi nanti DPR boleh-boleh saja tidak mau membahas dulu RAPBNP 2015, persetujuan Panglima TNI dan Kapolri, permohonan penyertaan modal pemerintah pada BUMN, dan seterusnya," jelas Dradjad.

Dradjad mengemukakan sikap Presiden Jokowi ini malah mencerminkan dirinya belum sepenuhnya bisa menjadi presiden semua golongan.

"Presiden Jokowi sudah mendegradasi dirinya menjadi hanya presiden KIH (Koalisi Indonesia Hebat), bukan Presiden Republik Indonesia," katanya.(yeh/inilah/nhc/sya)



 
   Berita Terkait > PAN
 
  Hanafi Rais Mundur dari Anggota DPR dan PAN, Ini Kata Amien Rais
  Pengamat: Zulhas Punya Dua Pertimbangan Untuk Rangkul Mulfachri
  Dianggap Gagal, Siapa Ketum PAN Setelah Zulhas?
  Muhajir: Semua Kesiapan Kongres V PAN Sudah Tuntas
  Mantan Menteri PAN RB Asman Abnur Resmi Jadi Bakal Calon Ketum PAN Periode 2020-2025
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2