Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
PDIP
PDIP Tidak Akan Mudah Berkoalisi Lagi
Wednesday 26 Sep 2012 15:39:47
 

Ilustrasi (Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - PDIP menilai bahwa kedepannya akan mempertimbangkan untuk berkoalisi, atas dasar pengalamannya berkoalisi dengan Gerindra. Hal ini berdasarkan pengalaman PDIP yang berkoalisi dengan Gerindra dalam mengusung Jokowi - Ahok pada pemilu DKI Jakarta kemarin.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah menyampaikan, pengalaman itu akan dijadikan PDIP sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi kemungkinan koalisi di berbagai pemilu. Menurutnya, dalam koalisi PDIP dan Gerindra yang sejak 2009 sering berkoalisi, tetapi tidak ada simbiosis mutualismenya.

Selain itu, dalam koalisi tidak ada kesepakatan untuk mengusung Prabowo menjadi capres pada elektoral 2014 mendatang. Belakangan ini seakan dipahami kesan bahwa PDIP ada kontrak dengan Gerindra dalam pilpres 2014.

“Basis penilaiannya adalah basis SMRC. Karena ini metode ilmiah, hasilnya bisa jadi referensi”, paparnya kepada pewarta, di Jakarta, Rabu (26/09).

Berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), figur dari partai rekanan PDIP dalam memenangkan Jokowi, yakni Prabowo, justru diuntungkan citranya di masyarakat, sebab pandangan - pandangan buruknya selama ini seakan terabaikan. (bhc/frd)



 
   Berita Terkait > PDIP
 
  Perbandingan oposisi era SBY vs Jokowi vs Prabowo, saat ini PDIP tegaskan sebagai partai penyeimbang
  Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
  PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
  Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh
  Pengamat: Megawati Tak Gentar, Anggap Kasus Hasto Kristiyanto Cuma Angin Sepoi-sepoi, Bukan Badai
 
ads1

  Berita Utama
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2