Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Capres
Pakar Politik Ujang Komarudin Ungkap Sandiaga Uno Pantas Jadi Capres
2022-09-10 06:01:58
 

Sandiaga Uno.(Foto: Istimewa) 
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sandiaga Uno bakal menjadi calon Presiden (Capres) menggema di seantero negeri, yang tak hanya membuat gonjang ganjing di Partai Gerindra.

Pakar Politik Dr. Ujang Komarudin mengatakan bahwa menjadi seorang Capres bagi Sandiaga Uno adalah suatu keniscayaan.

"Ya nanti suka tidak suka, kalau memang jadi ya, Sandiaga Uno jadi Capres punya dukungan dari koalisi partai lain, tentunya nanti akan berhadap-hadapan dengan Prabowo. Karena imbas dari Gerindra mencalonkan Prabowo, Prabowo pemilik saham Gerindra, oleh karena itu saya melihat, ya tadi cari perahu, cari partai lain untuk menjadi sebuah keniscayaan bagi Sandiaga Uno," ujar Ujang Komarudin ketika ditanya seorang wartawan di Jakarta, Jumat (9/9).

Ujang yang juga seorang Akademisi dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) kembali menerangkan, setiap warga negara berhak menjadi Capres dan Cawapres, siapa pun termasuk Sandiaga Uno, tetapi memang apa yang dilakukan Sandiaga Uno itu agak berat bisa menjadi Capres.

"Pertama apa? Karena Sandiaga Uno ada dalam naungan Gerindra, dia kader Gerindra. Dan kita tahu bahwa di Gerindra itu, ada calon, Capres tunggal namanya Prabowo Subianto. Jadi sulit bagi Sandiaga Uno untuk menjadi Capres di Gerindra, karena partai Gerindra harga mati mencalonkan Prabowo, menang kalah ya Prabowo lah capresnya, seperti itu," ulasnya.

Doktor ilmu politik ini melanjutkan, "Nah, oleh karena itu di saat yang sama, Sandiaga Uno sebagai kader partai harus taat, harus tunduk dan patuh pada aturan internal partai. Kan seperti itu sejatinya, siapa pun. Tetapi kan memang Sandiaga Uno ingin menjadi Capres ya, kalau skemanya seperti yang saya sebutkan tadi, Gerindra mencalonkan Prabowo, artinya tidak ada tempat bagi Sandiaga Uno bisa jadi capres di Gerindra, dan perlu cari partai lain, perahu lain," ungkapnya.

Sebelumnya banyak mengatakan kedekatan Sandiaga Uno dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin erat. Tidak sedikit pula yang mengaitkan kedatangan Sandiaga Uno menemui Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa sebagai bentuk penguatan sinyal PPP akan mendukung Sandiaga Uno pada Pilpres 2024 mendatang.

“Saya ini diundang om (Suharso Monoarfa) saya, jadi beliau mengundang, kalau tidak hadir kualat,” kata Sandi saat ditemui usai acara Workshop Nasional Anggota DPRD Fraksi PPP, Selasa 6 September 2022.

Sandi menjelaskan, sedari kecil ia selalu didukung oleh Suharso Monoarfa. Dia turut mendoakan Suharso agar sehat dalam mengemban amanahnya yang sangat sentral dan strategis.

Ketika disinggung ihwal sinyal dukungan 
PPP terhadapnya, Sandi mengatakan hal tersebut merupakan hak prerogatif Suharso Monoarfa selaku Ketua Umum PPP. Sandi mengatakan akan menampung semua aspirasi sesuai arahan Presiden Jokowi.(bhc/mdb)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Di P20, DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi Lewat Konsep Go Green

Satgas BLBI Harus Tagih Dana BLBI Rp110,4 Triliun

Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam

Putri Candrawathi, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Akhirnya Ditahan

Syarifuddin Sebut OTT Momentum Perbaiki Performa Lembaga Peradilan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2