Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Turki
Pemimpin Pemberontak Kurdi Serukan Letakkan Senjata
Sunday 22 Mar 2015 13:05:44
 

Pemimpin pemberontak Kurdi Abdullah Ocalan meminta pendukungnya menghentikan perjuangan bersenjata. Konflik bersenjata Turki dengan pemberontak Kurdi telah menewaskan sekitar 40.000 jiwa. Pada 2013 lalu, Ocalan telah menyerukan gencatan senjata.(Foto: twitter)
 
OCALAN, Berita HUKUM - Pemimpin kelompok pemberontak Kurdi yang dipenjara, Abdullah Ocalan, menyerukan kepada pengikutnya untuk meninggalkan perjuangan bersenjata terhadap pemerintah Turki.

Dalam pesan yang dibacakan pada rapat umum raksasa yang menandai tahun baru Kurdi, Ocalan menyerukan agar kongres Partai Pekerja Kurdistan, PKK, memutuskan mengakhiri pemberontakan.

Pesannya itu disampaikan oleh Sirri Sureyya Onder, politisi pro-Kurdi yang mengunjungi Ocalan di dalam penjara pada Kamis (19/3) lalu.

PKK terlibat konflik senjata selama 26 tahun dengan pemerintah Turki untuk memperjuangkan kemerdekaan di kawasan tenggara Turki.

Diperkirakan sekitar 40.000 orang, terutama kebanyakan warga Kurdi, tewas akibat konflik tersebut.

Pada tahun 2013 lalu, Ocalan telah meminta PKK melakukan gencatan senjata dan mengharapkan adanya perundingan jangka panjang, walaupun sejauh ini masih ada ketidakpercayaan dari kedua kubu.

Dipenjara seumur hidup

Ocalan telah dipenjara sejak 1999 untuk menjalani hukuman seumur hidup karena dituduh melakukan pemberontakan.
Ratusan ribu orang menghadiri perayaan di kota Diyarbakir, yang dihuni mayoritas warga Kurdi terbesar di wilayah Turki timur.

Dalam acara itu, mereka terlihat membawa poster para pemimpin yang dipenjara otoritas Turki.

Sebelumnya, pidato Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuat marah warga Kurdi karena melontarkan pernyataan bahwa Turki "tidak pernah memiliki masalah soal Kurdi".

Turki menghadapi pemilihan parlemen akhir tahun ini, dan para analis menganggap komentar Erdogan ini menuai simpati kelompok nasionalis Turki.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Turki
 
  Mengapa Kemenangan Erdogan Penting Bagi Negara-negara Barat?
  Hagia Sophia: Salat Jumat Pertama Setelah 86 Tahun, 'Allahu Akbar, Terharu dan Merinding', Antusiasme Masyarakat Beribadah
  Perang Saudara di Suriah: Turki Kutuk Serangan Udara oleh Suriah terhadap Konvoinya
  Turki Tetap Datangkan Sistem Rudal S-400 Buatan Rusia Walau Ditentang AS
  Lira, Mata Uang Turki Terjun Bebas, Erdogan Sebut 'Ini Ulah Amerika Serikat dan Barat'
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2