Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Jokowi
Pengamat: Tak Elok Puan Rekam Pertemuan Megawati dan Presiden Jokowi
2022-06-22 10:06:33
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sikap Puan Maharani yang merekam pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo dianggap tidak elok. Karena, sikap Puan terlihat menunjukkan bahwa Jokowi yang notabene seorang Kepala Negara merupakan petugas partai.

Dalam video yang direkam langsung oleh Ketua DPR RI itu melalui ponselnya, tampak Presiden Jokowi sedang berbicara serius dengan Ketua Umum PDI Perjuangan.

"Banyak makna dari video Puan itu. Bisa jadi Puan sebagai Ketua DPR dan Ketua PDIP itu bentangkan ke publik bahwa Jokowi itu anak buah Megawati. Meski Jokowi itu berstatus sebagai presiden," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (22/6).

Sikap Puan itu, lanjut Muslim, bisa dimaknai bahwa Jokowi adalah petugas partai yang sedang lapor kepada pimpinan PDIP.

"Bisa jadi Jokowi sedang diinterogasi Megawati. Jokowi yang terlihat seperti orang yang bersungut-sungut di hadapan Megawati. Bagi Jokowi, sebagai seorang presiden ini tidak elok," tegasnya.

"Tapi sebagai petugas partai, Jokowi harus siap menerima apapun dari ketum, termasuk jika dimarahi sekalipun," pungkas Koordinasi Indonesia Bersatu ini.

Sementara, pengamat politik Ujang Komarudin juga mengomentari sikap Ketua DPP Puan Maharani yang sibuk memainkan HP di di tengah obrilan serius Ketum Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo sebelum rakernas II PDIP, Selasa kemarin tidak sopan.

"Jika itu sudah dapat izin presiden ya tak masalah. Namun jika langsung jeprat-jepret, maka bisa dianggap tidak sopan," kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa sat lalu di Jakarta, Rabu (22/6).

Meski demikian, Ujang meyakini sikap Puan Maharani itu dilakukan lantaran sudah mendapat restu dari presiden.

"Puan tak mungkin berani jeprat-jempret tanpa terlebih dahulu izin pada presiden," imbuhnya.

Rakernas II PDIP sempat memantik perhatian publik lantaran beredarnya video pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri di ruangan Mega di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Yang menjadi heboh, di tengah obrolan Presiden Jokowi dan Mega, Puan yang juga Ketua DPP PDIP itu justru sibuk bermain HP sembari merekam layaknya seorang vloger.

Lihat video Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=k_uJCE29yBs Atau, Klik disini. (RMOL/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Polri dan KKP Gagalkan Penyelundupan Benih Bening Lobster Senilai 19,2 Miliar di Bogor

Mengapa Dulu Saya Bela Jokowi Lalu Mengkritisi?

Mudik Lebaran 2024, Korlantas: 429 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan

Kapan Idul Fitri 2024? Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 10 April, Ini Versi NU dan Pemerintah

 

ads2

  Berita Terkini
 
Polri dan KKP Gagalkan Penyelundupan Benih Bening Lobster Senilai 19,2 Miliar di Bogor

Oknum Notaris Dilaporkan ke Bareskrim Polri atas Dugaan Penggelapan Dokumen Klien

Kuasa Hukum Mohindar H.B Jelaskan Legal Standing Kepemilikan Merek Polo by Ralph Lauren

Dewan Pers Kritik Draf RUU Penyiaran: Memberangus Pers dan Tumpang Tindih

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Senior STIP Jakarta Aniaya Junior hingga Meninggal

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2