JAKARTA, Berita HUKUM - Hingga akhir 2012 kemarin, proyek pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) tahap 1 atau fast track program (FTP) 1 menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Dari total kapasitas proyek pembangkit sebesar 9.877 Mega Watt (MW), 6.938 MW telah beroperasi dan menghasilkan listrik. Dari jumlah itu sebesar 4.510 MW (8 PLTU) telah beroperasi penuh sejak 2010. Sisanya sebesar 2.428 MW (8 PLTU) dalam tahap uji coba sejak 2011. Demikian dikatakan Direktur Konstruksi PLN Nasri Sebayang pada acara pertemuan dengan pers Selasa 12/2 di Jakarta.
Kedelapan PLTU yang telah beroperasi penuh sejak 2010 adalah PLTU new Suralaya, PLTU Labuan, PLTU Lontar, PLTU Indramayu, PLTU Rembang, PLTU Kendari, PLTU Paiton 1 dan PLTU Amurang. Sedangkan PLTU yang dalam tahap uji coba ini akan beroperasi penuh pada tahun ini.
Selengkapnya status penyelesaian proyek adalah sebagai berikut :
1. Telah beroperasi penuh mulai 2010–4.510 MW (8 PLTU)
2. Dalam tahap uji coba sejak 2011–2.428 MW (8 PLTU)
3. Dalam tahap penyelesaian konstruksi–2.919 MW (16 PLTU)
4. Pelelangan belum berhasil–14 MW (1 PLTU)
5. Kontrak diputus–104 MW (4 PLTU), Total 9.975 MW (37 PLTU)
Beberapa proyek yang sedang dalam tahap konstruksi akan selesai dan beroperasi penuh tahun ini sebesar 1.654 MW. Dengan demikian pada akhir tahun 2013 proyek FTP-1 yang telah beroperasi penuh akan mencapai 8.592 MW. Sisanya akan beroperasi pada tahun 2014.
Proyek PLTU FTP-1 telah dimulai proses pengadaannya sejak pertengahan tahun 2006 dan pada pertengahan tahun 2007 beberapa kontrak pekerjaan proyek telah ditandatangani. Beberapa kontrak proyek lainnya ditandatangani pada akhir 2009 dan awal 2010. Jumlah total proyek sebanyak 37.
Pada awalnya proyek ini direncanakan beroperasi penuh pada tahun 2010. Namun beberapa kendala berikut membuat beberapa proyek selesai terlambat dibanding rencana awal. Beberapa kendala diantaranya ; keterlambatan kontrak efektif karena loan belum efektif dan memerlukan jaminan pemerintah, keterlambatan dalam proses pengadaan tanah, keterlambatan akibat proses mendapatkan bermacam ijin yang diperlukan dan kemampuan kontraktor baik internasional maupun nasional kurang.
Pembangunan proyek FTP-1 ini memang pengalaman pertama bagi Indonesia dan PLN menggunakan teknologi China. Masalah-masalah tersebut kemudian diurai satu persatu dan diselesaikan sehingga sampai saat ini proyek ini menunjukkan perkembangan yang baik. Ditargetkan semua proyek akan beroperasi penuh pada tahun 2014.
FTP-2
Selain menyelesaikan FTP tahap 1, PLN sudah memulai proyek FTP tahap 2 dengan membangun pembangkit-pembangkit dengan total kapasitas 10.047 MW di 98 lokasi terbagi di seluruh Indonesia. Pada FTP 2, 37% dibangun oleh PLN, 63% dibangun oleh pihak swasta (Independent Power Producer). Berbeda dengan FTP 1 yang semua pembangkitnya milik PLN.
Pada FTP 2, 60% pembangkit menggunakan energi baru terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan tenaga air (PLTA), sisanya pembangkit dengan energi yang tidak terbarukan, PLTU (batubara), PLTG (gas), dan PLTGB (gas batubara).(pln/bhc/opn) |