Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Bentrok warga Rawa Bambu Bekasi
Perlu Solusi Tepat Atasi Bentrok Berdarah di Bekasi
Thursday 22 Mar 2012 22:52:53
 

Aparat kepolisian masih melakukan penjagaan untuk mencegah terjadinya serangan balik dari kubu tertentu (Foto: Vivanews.com)
 
BEKASI (BeritaHUKUM.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi didesak segera mencari solusi tepat dalam penyelesaian bentrokan berdarah antara warga Kampung Rawa Bambu dengan kelompok pemuda etnis Ambon. Apalagi kedua kubu tersebut, tidak hanya kali ini saja bentro, melainkan sudah kesekian kalinya.

“Perdamaian dan kesepakan yang dicapai antara dua kelompok itu, kami khawatirkan bersifat sementara. Bentrokan bisa muncul lagi sewaktu-waktu dan tidak diduga-duga. Untuk itu, Pemkot Bekasi perlu merumuskan formula yang tepat untuk menuntaskan akar dari masalah ini,” kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bekasi, Jamaksari Abdul Majid di Bekasi, Kamis (22/3).

Menurut dia, pihaknya juga menyesalkan insiden rusuh ini menewaskan dua orang dan beberapa korban luka berat. Terlebih salah satu dari korban tewas itu merupakan korban salah sasaran. “Kami harapkan ke depan, aparat keamanan ke depan mampu mendeteksi dini timbulnya gejolak. Jangan sampai setelah jatuh korban, barulah bertindak,” imbuhnya.

Jamaksari juga menghimbau kepada warga untuk tidak mudah terprovokasi dengan insiden bentrokan tersebut. Pihaknya juga mengajak seluruh lapisan warga untuk saling menghargai dan menghormati antarsuku maupun agama. “Perlu mencari langkah-langkah penting, agar tercapai solusi terbaik untuk terus hidup saling berdampingan dan hidup rukun,” tandasnya.

Sementara di lokasi kejadian, hingga malam terlihat puluhan aparat keamanan gabungan dari Polsektro Medan Satria dan Polrestro Kota Bekasi masih berjaga-jaga. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi isu yang berkembang akan terjadi serangan balik dari kubu tertentu ke lawannya. Namun, petugas merasa yakin isu itu tidak benar dan sengaja diembuskan pihjak-pihak tak bertanggung jawab.(bhc/eko)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2