Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pemilu 2014
Pilpres 2014 Dinilai Demokrasi Kriminal
Sunday 27 Jul 2014 04:33:05
 

Ilustrasi. Pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto - Hatta Rajasa saat keluar dari atas mobil jeep putihnya di depan gedung MK Jakarta, memberikan orasinya pada, Jumat (25/7).(Foto: mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pelaksanaan Pilpres 2014 dinilai sebagai ajang sistem demokrasi kriminal. Sebab, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pilpres dianggap tidak profesional.

Penilaian itu disampaikan pakar politik dari Universitas UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, kepada INILAHCOM, Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Menurutnya, misi KPU hanya sampai bagaimana pilpres berjalan damai alias enggak ricuh. Namun, ketika ada pelanggaran KPU lepas tangan dan menyerahkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait rekomendasi Bawaslu untuk melakukan pemungutan suara ulang.

"Ini nampaknya sudah mengarah pada demokrasi kriminal, ada kecurangan namun seolah-olah di biarkan oleh KPU dengan memaksakan hasil rekapitulasi sehingga seolah olah pemilu berjalan sukses," kata Ipang, panggilan akrabnya.

KPU, kata Ipang, hanya punya target Pilpres berjalan lancar tanpa melihat adanya beberapa kecurangan yang terjadi di beberapa tempat pemungutan suara.

"Banyak terjadi kecurangan terstruktur dan sistematis, KPU sebagai penyelenggara pemilu membiarkan kasus kecurangan," katanya.

"Seharusnya ada sanksi yang tegas terhadap semua kasus pelanggaran pada pilpres, namun itu yang nggak ada dari KPU, nyali ketegasan KPU nggak ada energi untuk itu," tegasnya.

Sementara, Marzuki Alie ketua DPR RI juga menyatakan apresiasi atas langkah Prabowo yang mengedepankan proses hukum yang berlaku terkait dugaan kecurangan yang dikemukakan. "Langkah Prabowo-Hatta ini adalah langkah konstitusional jika mau membawa persoalan ke MK," ujar Marzuki.

Langkah Prabowo itu, menurut dia, juga sekaligus mematahkan isu yang tidak benar mengenai pengerahan massa.

"Prabowo terbukti tidak memprovokasi. Ini luar biasa padahal tadinya banyak pihak yang ketakutan akan terjadi kerusuhan kalau Prabowo kalah, tapi tidak demikian. Justru Prabowo meminta masyarakat tenang, dan Ini perlu diapresiasi," katanya.(rok/inilah/ROL/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Pemilu 2014
 
  Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
  3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
  Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
  NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
  Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2