Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Poltracking Indonesia: Anies-Muhaimin Berpotensi Dipilih Pemilih yang Galau 44,8%
2024-02-09 16:20:44
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Hasil survei Poltracking Indonesia menyebut sebanyak 5,6 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak menjawab soal pilihan calon presiden dan calon wakil presiden. Mayoritas jumlah tersebut diprediksi memilih pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin).

"Dari 5,6 persen itu terdistribusi ke Anies-Muhaimin 44,8 persen," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda dalam rilis survei secara daring, Jumat (9/2).

Hanta mengatakan 41,4 persen lainnya diramal akan memilih paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Sedangkan hanya 13,8 persen responden tersisa yang diprediksi memilih paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Jadi karena tinggal 5,6 persen lebih banyak ke Anies dan Ganjar," papar dia.

Sementara itu, Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi menjelaskan angka itu didapat menggunakan model prediktif yang lazim dipakai dalam survei-survei. Model tersebut digunakan untuk memprediksi arah pilihan dari undecided voters menggunakan model klasifikasi random forest.

"Kita ini meng-nol-kan responden yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab," jelas dia.

Metode tersebut menggunakan variabel-variabel yang memiliki nilai korelasi yang lebih besar dari 0,1 terhadap variable of interest. Contoh variabelnya, yakni provinsi, suku, pendidikan, pilihan partai politik, hingga evaluasi kinerja Presiden Joko Widodo.

Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 27 Januari hingga 2 Februari 2024. Responden survei mencapai 1.220 orang yang telah memiliki hak pilih atau berusia di atas 17 tahun.

Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dan wawancara tatap muka. Margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.((lds/metrotvnews/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Anies Tegaskan Parpol Koalisi Perubahan Siap Dukung Hak Angket Kecurangan Pemilu

Timnas AMIN Ungkap Temuan soal Dugaan Penggelembungan Suara Pilpres 2024

Anies: Perjuangan Kita Belum Selesai

Jokowi Katakan 'Kalian Hebat Bila Bisa Kalahkan Saya'? Pratikno: Tak Benar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Anies Tegaskan Parpol Koalisi Perubahan Siap Dukung Hak Angket Kecurangan Pemilu

Transaksi Pembelian Emas Fantastis, Pemerhati Hukum Curiga Crazy Rich Budi Said 'Cuci Uang'

Relawan Ganjar Minta Pilpres 2024 Diulang karena Banyak Kecurangan yang Terstruktur, Sistematis dan Masiv

Timnas AMIN Ungkap Temuan soal Dugaan Penggelembungan Suara Pilpres 2024

Putusan Sela, PTUN Kabulkan Gugatan Anwar Usman yang Ingin Jadi Ketua MK Lagi

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2