Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Palestina
Presiden Erdogan Desak Jokowi Bersikap Soal Gaza
2018-05-17 06:51:59
 

 
TURKI, Berita HUKUM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak beberapa negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengambil sikap atas pembunuhan di Jalur Gaza. Desakan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon kepada sejumlah petinggi negara.

Petinggi negara tersebut, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (16/5), antara lain Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Presiden Sudan Omar al-Bashir, dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad bin Khalifa al-Tsani.

Erdogan menghubungi mereka setelah sebanyak 62 demonstran asal Palestina menjadi martir dan ratusan orang terluka karena terkena tembakan pasukan Israel pada Senin (14/5) kemarin waktu setempat. Beberapa petinggi negara juga akan membahas persoalan itu dalam pertemuan OKI di Istanbul, Jumat (18/5) ini.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas soal tingginya ketegangan yang terjadi di Palestina tapi juga kepindahan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerussalem. "Komunitas internasional harus bicara soal penderitaan rakyat Palestina," kata dia.

Erdogan juga telah berkomunikasi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Mereka sepakat bahwa situasi di Gaza memang membahayakan. Erdogan juga melakukan sambungan telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani lalu dia menyampaikan terkait pentingnya pertemuan OKI pada Jumat ini.

Pertemuan tersebut, penting untuk menentukan sikap yang tegas dari negara-negara OKI. Erdogan dan Hassan berjanji akan mengangkat persoalan yang terjadi di Gaza ini ke Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden Rusia Vladimir Putin juga tak luput dari sambungan telepon Erdogan untuk membahas persoalan di Gaza.

Sementara, Presiden Turkin Recep Tayyip Erdogan juga menuding Israel sebagai 'negara teror' dan 'genosida' usai tentaranya membunuh puluhan warga Palestina di perbatasan Gaza. Erdogan mengutuk aksi represif Israel terkait protes warga Palestina terhadap pemindahan kantor kedutaan Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem.

"Israel adalah negara yang mendatangkan teror. Israel adalah sebuah negara teror," kata Erdogan kepada siswa Turki di London yang ditanyangkan televisi pemerintah Turki seperti dilansir AFP, Selasa (15//5).

"Apa yang dilakukan Israel adalah genosida. Saya mengutuk drama kemanusiaan ini. Genosida dari manapun datangnya berasal dari Israel atau Amerika," imbuhnya.

Atas inisiden yang terjadi di perbatasan Gaza dan Israel, Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag telah menarik dubesnya di Israel dan AS. Bozdag juga mengatakan Turki lansung berkomunikasi dengan Organisasi Konferensi Islam (OKI) tapi belum diketahui isi pembicaraan dengan OKI.

Erdogan dan pejabat Turki lainnya telah memperingatkan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem akan meningkatkan ketegangan dengan Palestina. Akibat kerusuhan tersebut 52 warga Palestina tewas dan 2.400 lainnya terluka.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya mengatakan pembukaan kedubes AS ini merupakan hari yang baik bagi hubungan AS-Israel.

"Ini adalah hari baik, bagi Israel," ucap Netanyahu dilansir CNN, Senin (14/5).

Selain Netanyahu, acara pembukaan kedubes itu dihadiri oleh anak Presiden AS Donald Trump, Ivanka Trump. Netanyau sangat bersyukur atas dibukanya Kedubes AS di tanah Yerusalem.

Bahkan Netanyahu memuji Trump dan menyatakan Trump telah membuat sejarah. "Terima kasih Presiden Trump, Anda telah mengakui sejarah, Anda telah membuat sejarah," kata Netanyahu.(dbs/republika/detik/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Palestina
 
  Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
  Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
  Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
  Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
  Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2