Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    

Rasa Haru Iringi Pemakaman Jenazah Moerdiono
Saturday 08 Oct 2011 18:32:33
 

Moerdiono semasa hidup dikenal sebagai sosok yang sangat teliti (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Jenazah almarhum Letjen TNI (Purn) Moerdiono dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Sabtu (8/10) pukul 15.10 WIB. Pemakaman mantan Mensesneg ini dilakukan dengan upacara kebesaran militer. Rasa haru diselingi isak tangis serta doa dari keluarga dan kerabat serta koleganya ikut mengiringi peti jenazah, saat masuk ke dalam liang lahat.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) upacara pemakaman ini adalah Mensesneg Sudi Silalahi. Dalam upacara tersebut, sempat dibacakan daftar riwayat hidup singkat almarhum semasa hidup. Moerdiono dimakamkan di Blok P pemakaman muslim, tepat di sebelah makam mantan Kapolri Jenderal Pol. (Purn) Kunarto.

Moerdiono wafat di RS Gleneagles, Singapura, Jumat (7/10) pukul 19.40 waktu setempat. Ia meninggal dunia, setelah menjalani perawatan akibat kanker paru-paru serta komplikasi penyakit lainnya. Pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, 19 Agustus 1934 ini, pernah menjabat Mensesneg selama dua periode di era kepemimpinan Presiden Soeharto.

Usai upacara pemakaman itu, istri almarhum Moerdiono, Poppy Dharsono mengaku sangat sedih dnegan kepergian sang suami itu. Dirinya selalu menemani almarhum selama sakit dan menuturkan bahwa hampir 17 bulan Moerdiono berjuang melawan penyakitnya di Singapura.

"Kalau masa-masa kritisnya sudah di rasakan tiga hari sebelum meninggal. Tapi kalau sakitnya sendiri sudah sejak 17 bulan. Meski dia sakit, tapi dia tidak mau terlihat sakit. Itulah Bapak yang selalu tidak mau terlihat sakit," kata Poppy Darsono.

Kenangan yang sampai saat ini diingat oleh desainer sekaligus anggota DPD itu terhadap Moerdiono adalah, ketelitiannya. Ketelitiannya tersebut, kata dia menjadi sebuah pelajaran untuk baginya dalam berkiprah di bidang politik. “Itulah pelajaran paling berharga selama saya mendampingi hidup Bapak,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. (inc/wmr)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2