Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
PKB
Respons PKB Sikapi Kiai NU Dorong Mahfud MD Jadi Cawapres Prabowo
Friday 25 Apr 2014 11:25:59
 

Prof Dr Mahfud MD dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).(Foto: detik)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sejumlah kiai NU di Jawa Timur mendorong Mahfud MD untuk menjadi cawapres bagi capres Prabowo Subianto. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai yang menaungi Mahfud MD diharapkan dapat mewujudkan aspirasi para kiai. Bagaimana sikap PKB?

"Semua proses pencapresan melalui mekanisme partai. Itu harus disalurkan melalui mekanisme partai. Bukan disalurkan melalui luar mekanisme partai," ujar Ketua DPP PKB Marwan Ja'far kepada detikcom, Kamis (24/4) malam.

Marwan menghormati sikap yang ditunjukkan sejumlah kiai di Jawa Timur. Hal itu menurutnya menjadi masukan dan pertimbangan bagi PKB.

Namun anggota komisi V DPR ini menegaskan, saat ini komunikasi intens tetap dilakukan PKB kepada semua partai politik, termasuk PDIP, Golkar dan Gerindra. Marwan menampik bahwa PKB saat ini lebih cenderung mendekati Gerindra setelah peluang dengan PDIP semakin berat.

DPP PKB lanjut Marwan, memiliki tim yang khusus berkomunikasi dengan partai-partai lain. Sementara capres-capres yang diusung PKB, yakni Mahfud MD dan Rhoma Irama, menurut ketua FPKB DPR ini juga dipersilakan melakukan komunikasi politik dengan partai-partai.

"Masing-masing yang jadi capres (Rhoma Irama dan Mahfud MD) punya tim. Komitmen mereka kepada PKB itu adalah capres, bukan cawapres. Tapi PKB baik hati. Kalau nama-nama itu diambil sebagai cawapres, kami tidak keberatan. Kami pun menawarkan kepada beliau-beliau itu kita tawarkan jadi cawapres di masing pimpinan koalisi," ucap Marwan.

"Semuanya masih on going process. Pada waktunya PKB akan umumkan resmi," kata Marwan.

Apakah PKB siap jika akhirnya berkoalisi tanpa mendapat porsi cawapres?

"Tentu politik itu kan ada kompromi yang harus dibicarakan bersama-sama, kaku-kakuan tidak boleh, harus dibicarakan bersama, yang terpenting terbaik buat bangsa, koalisi, dan PKB," ucapnya.(detik/rm/rmd/van/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > PKB
 
  PKB: Semua Melemah, Sumber Nafkah Sulit Dan Kebijakan Terkesan Colong-colongan
  PKB Umumkan Struktur Pengurus Baru Partai Periode 2019-2024
  DPW PKB DKI Jakarta Dukung Cak Imin Kembali Menjadi Ketum PKB Periode 2019-2024
  Cak Imin Sambangi Ma'ruf Amin, Bahas Soal Kabinet Kerja Jilid II Hingga Milad PKB
  PKB Berharap Efek Ekor Jas dari Pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2