Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Politik
Revisi Paket UU Politik Harus Terencana Secara Matang
Wednesday 17 Aug 2011 20:34:19
 

Susana pembahasan RUU di DPR (Foto: Istimewa)
 
JAKARTA-DPR diminta untuk mengerjakan revisi paket undang-undang politik secara utuh. Langkah ini harus dikerjakan mulai masa sidang pertama 2011/2012. Lembaga tersebut harus membuat rencana secara matang serta penjadwalan sejak awal, agar pembahasan tidak molor dan tidak melebar, agar tidak merombak secara keseluruhan.

Ada dua RUU bidang politik yang tengah dibahas DPR. Masing-masing adalah RUU Penyelenggara Pemilu saat ini sudah memasuki tahap singkronisasi antara DPR bersama pemerintah. Sedangkan RUU Pemilu, masuk dalam tahapan pembahasan antara DPR dengan pemerintah. Belum ditentukan, apakah RUU itu akan dibahas di Komisi II atau akan dibentuk pansus.

“Kami hanya ingin mengingatkan, agar DPR memiliki rencana yang utuh dan terarah. Harus jelas pokok-pokok apa saja yang perlu direvisi. Harapannya tentu saja RUU tersebut dapat segera dirampungkan sesuai batas waktu yang ditentukan itu,” kata Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TEPI) Jeirry Sumampow dalam sebuah diskusi di gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Rabu (17/8).

Ia mengingatkan DPR untuk belajar dari masa sidang sebelumnya, di mana penuntasan dua RUU itu terkatung-katung karena alotnya perdebatan yang terjadi. Hal ini terjadi baik perdebatan antarfraksi maupun antara DPR dengan pemerintah. “Semua ini akibat proses pembahasan sejak awal tidak terecana dengan baik. Jadi harus jelas yang membedakannya, apakah yang mereka lakukan membuat revisi atau membuat UU baru,” tandas dia. Jeirry.

Pemilukada
Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPR Marzuki Alie mengakui, memang sudah saatnya DPR dan pemerintah membahas RUU tentang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). Langkah itu sangat penting, mengingat keberhasilan otonomi daerah sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan di daerah setempat.

“Disamping koherensi politik, faktor kualitas kepemimpinan eksekutif daerah menjadi faktor yang penting. Dalam kaitan ini, kami berpendapat bahwa sudah waktunya RUU Pemilukada segera dibas, karena sudah sangat mendesak,” kata dia.

Keberadaan UU Pemilukada, lanjut dia, erat kaitannya dengan pelaksanaan otonomi daerah yang saat ini masih banyak persoalan. Terutama, berkaitan dengan masalah hubungan pusat dan daerah, terkait dalam hal fiskal dan anggaran.

“Selain itu, pelaksanaan otonomi daerah juga masih terkenala pada penataan daerah atau penataan manajemen unit daerah. Misalnya, pemekaran daerah, wilayah perbatasan, penataan ruang wilayah, serta dalam hal tata kehidupan masyarakat,” tuturnya.(mic/rob)



 
   Berita Terkait > Politik
 
  Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
  Dasco Gerindra: Prabowo dan Megawati Tak Pernah Bermusuhan, Saya Saksinya
  Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
  Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
  Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
 
ads1

  Berita Utama
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua

Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum

Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi

Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas

 

ads2

  Berita Terkini
 
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua

KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri

Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!

Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum

Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2