Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    

SBY Masih Geram Terhadap Nazaruddin
Saturday 23 Jul 2011 14:2
 

BeritaHUKUM.com/riz
 
*Kembali Himbau Untuk Pulang ke Indonesia

BOGOR-Kegeraman Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono terhadap mantan Muhammad Nazaruddin, ternyata belum juga juga hilang. Pasalnya, Nazar seperti mempermainkannya. Permintaan SBY agar Nazar kembali ke Tanah Air pada Jumat (22/7) siang, malah kembali dibalas Nazar pada malam harinya dengan memberikan pernyatan lagi melalui Jaringan Skype yang disiarkan Metro TV secara langsung .

SBY pun kembali meminta Nazaruddin untuk pulang ke Indonesia. "Kalau Nazaruddin yakin tidak bersalah, dan katanya mengaku banyak informasi mengenai Demokrat, sampaikan kepada penegak hukum. Sampaikan pada partai, pada dewan kehormatan partai. Manakala memang itu adalah informasi yang sangat berharga bagi perbaikan partai," ujar SBY dalam pidato acara pembukaan rapat koordinasi nasional (Rakornas) Partai Demokrat di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7).

Meyangkut informasi adanya pelanggaran yang sangat serius etika partai, lanjut SBY, maka pulanglah agar bisa diuji kebenarannya. Apapun yg terjadi di tubuh partai kita akan menjadi pembelajaran untuk pembenahan partai. "Khusus untuk kasus Nazaruddin, dengarkan baik-baik, jangan ada komentar yang tidak semestinya. Meski sangat gencar diangkat di media masaa, dan menjadi isu politik yang terus dihidupkan, saya minta kader tenang. Tanggapan dan komentar saya mudah dan sederhana, Nazaruddin pulanglah ke Indonesia," tegas SBY lagi.

SBY kembali meminta pula kepada seluruh kader Partai Demokrat untuk berhenti berkomentar soal Nazaruddin. Kasus Nazaruddin jangan sampai para kader Demokrat menjadi berhenti bekerja dan tak menjalankan aktivitas sebagai kader partai. "Untuk keseluruhan kader, jangan karena satu orang, Nazarudin, bakti dan kerja partai pada rakyat terhenti. Jutaan kader, tanpa satu Nazarudin, tetap bisa bekerja," seru SBY disambut tepuk tangan riuh perserta Rakornas.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Demokrat, Max Sopacua menyatakan, serangan Nazaruddin bukanlah ditujukan kepada institusi partai. Pernyatakan itu lebih tepatnya ditujukan kepada individu. "Itu serangan, atau persoalan individu di Demokrat, bukan kepada partai secara keseluruhan. Saat ini, Nazaruddin frekuensinya makin tinggi, maka, lebih baik lagi, kalau dia pulang ke Indonesia dan diselesaikan permasalahan pribadinya itu dengan baik-baik," himbaunya.

Max pun meminta Nazaruddin membeberkan bukti-bukti yang dimiliki terkait dugaan praktik uang pada saat pelaksanaan kongres partai pada tahun lalu, serta penyimpangan yang terjadi kepada penegak hukum. Tapi Max berani menilai, sebetulnya Nazar tak ingin menghancurkan Demokrat, hanya mengungkap persoalan pribadinya saja. Namun, cara yang dipergunakannya salah.

Selanjutnya, Max juga mengimbau kepada pihak-pihak yang dimaksudkan Nazaruddin untuk tidak lari. Mereka harus berani menghadapinya. Jangan sampai citra partai ini hancur hanya, karena konflik atau dendam pribadi. "Jangan korbankan partai untuk kepentingan pribadi. Hadapi, jelaskan, dan harus siap bertanggung jawab di hadapan hukum, tegas dia.(bie/ans)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Irwan Fecho: Mereka Sadar Kekuasaan di Ujung Tanduk, Sehingga Demokrat Harus Jadi Kambing Hitam

Di HBA, Jaksa Agung Sampaikan 7 Perintah Harian Kepada Seluruh Jaksa

PKS: Meski Kasus Turun, Positivity Rate Indonesia Jauh Dari Standar WHO

Cara Mendapat Obat Gratis Khusus Pasien COVID-19 yang Isoman

 

ads2

  Berita Terkini
 
Anggota Majelis Tinggi Demokrat: Wamendes Jadi Buzzerp, Penyebar Fitnah Karena Prestasinya Buruk

Pemerintah Longgarkan Aturan PPKM, PKL dan Usaha Kecil Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

Benny Rhamdani Protes Keras Soal Perlakuan Oknum Imigrasi Malaysia: Sita Barang Milik PMI Tapi Tak Dikembalikan

Penertiban Aset: Upaya Bersama Antara KPK, Pemerintah Daerah, juga Jurnalis

Irwan Fecho: Mereka Sadar Kekuasaan di Ujung Tanduk, Sehingga Demokrat Harus Jadi Kambing Hitam

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2