Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Thailand
Sejak 30 November 9 Orang Tewas, 554 Terluka Akibat Kekerasan Politik di Thailand
Tuesday 21 Jan 2014 20:49:46
 

Ilustrasi, Demonstrasi di Thailand.(Foto: Ist)
 
BANGKOK, Berita HUKUM - Erawan Emergency Medical Services Center of Bangkok Metropolitan Administration, kekerasan terkait gonjang ganjing politik di Thailand telah menewaskan sembilan orang dan melukai 554 lainnya sejak 30 November, seperti dilansir Reuters.com, Selasa (21/1).

Sebelumnya Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan bahwa kekerasan politik antara tanggal 26 Desember tahun lalu hingga 19 Januari tahun ini, empat orang telah tewas dan 267 lainnya terluka.

Kementerian itu juga memperingatkan peningkatan risiko insiden berdarah dan pertumpahan darah dalam beberapa hari kedepan.

Operasi anti-pemerintah untuk melumpuhkan kota Bangkok bertujuan menggulingkan pemerintah sementara sudah memasuki hari kesembilan pada hari Selasa ini. Selebihnya meluas ke daerah Thailand, dimana para pengunjuk rasa memblokir kantor-kantor pemerintah di sejumlah provinsi di selatan.

Menurut Sek Wannamethee selaku Direktur Jenderal Departemen Informasi Kementerian Luar Negeri, bahwa ada hari Minggu (19/1) kemarin, 46 negara dan wilayah telah mengeluarkan peringatan perjalanan untuk Thailand, Kuwait dan Oman , dua terbaru untuk mengeluarkan peringatan tersebut , mengatakan kepada warga negaranya untuk meninggalkan Thailand.

Dalam travel warning terbaru yang dikeluarkan pada hari Senin (20/1) Departemen Luar Negeri AS mendesak warga Amerika untuk menjauhkan diri dari protes dan pertemuan-pertemuan besar di Bangkok dan provinsi lain.(rts/bhc/mdb)




 
   Berita Terkait > Thailand
 
  Pemilu Thailand: Pemilih Muda Ingin Ada Perubahan Mendasar
  Demonstrasi Thailand: Mengapa Kaum Muda Memimpin Aksi Besar-besaran dan Bersedia Melawan Hukum?
  Mahasiswa Tuntut Perdana Menteri Thailand Turun dan Reformasi Monarki, 'Ganyang Feodalisme,Hidup Rakyat!'
  Mengapa Pemilu Thailand Diwarnai 'Keganjilan'? Media dan Peretas Pun Dituding
  Sempat Hidup Mewah, Mantan Biksu Thailand Divonis Penjara Lebih 100 Tahun
 
ads1

  Berita Utama
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

Istana Dukung Kejagung Bersih-bersih di Pertamina: Akan Ada Kekagetan

Megawati Soekarnoputri: Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Tunda Dulu Retreat di Magelang

 

ads2

  Berita Terkini
 
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan

Kasus Korupsi PT BKS, Kejati Kaltim Sita Rp2,5 Milyar dari Tersangka SR

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

10 Ribu Buruh Sritex Kena PHK, Mintarsih Ungkap Mental Masyarakat Terguncang

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2