Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Seorang Siswa Temukan Alat Antipelecehan Seksual
Tuesday 31 Jan 2012 02:10:47
 

Manu Chopra membuat alat antipelecehan seksual, karena khawatir atas keselamatan adik perempuannya (Foto: BBC.co.uk)
 
NEW DELHI (BeritaHUKUM.com) – Seorang siswa di ibu kota India, New Delhi, mengklaim telah menciptakan alat yang dapat membantu wanita mencegah serangan pelecehan. Alat itu dipakai seperti jam tangan dan dapat menyetrum orang yang mencoba menyerang. Alat 'anti pelecehan' ini akan aktif bila denyut nadi korban meningkat.

Seperti dilaporkan BBC, Senin (30/1), Manu Chopra (16), dirinya ingin menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan kenyamanan kepada wanita di jalan-jalan. Pasalnya, sebagian besar kawasan di India, termasuk Delhi, tidak aman bagi wanita.

Manu mengatakan sangat memalukan karena perempuan tidak aman untuk keluar pada malam hari."Bahkan kakak saya pun tidak boleh keluar malam, karena tidak aman. Kota ini adalah ibu kota negara," tambah Manu.

Banyak wanita yang membawa penyemprot merica untuk menangkap penyerang. India mencatat kasus perkosaan sekitar 22.000 tahun 2008 atau naik 18% dari 2004, menurut Biro Kejahatan Nasional.

Alat yang disebut Feeble shock Manu atau alat kejut Manu dibuat dalam enam hari ini dan alat akan dijual 122 rupees ( atau setara dengan Rp 42.000). Gagasannya muncul saat membaca tentang kompetisi nasional, yang diselenggarakan Badan Inovasi Nasional.

Badan yang dididirikan pemerintah ini memberikan penghargaan kepada para siswwa atas inovasi dan kreativitas. Produk karya Manu rencananya akan diluncurkan namun Badan Inovasi India mengatakan perlu waktu untuk menguji efektivitasnya.

Untuk memastikan keefektivan alat ini, seorang wanita harus menempelkan alat ke badan penyerang. "Alat ini menyetrum orang yang berniat mencabuli sehingga calon korban bisa lari," kata Manu.

Alat ini juga memiliki kamera untuk merekam wajah penyerang. Jadi, apakah dengan alat ini, Manu tidak lagi cemas bila adiknya ke luar rumah? "Adik saya bisa menghadapi laki-laki siapa saja sekarang," kata dia, seraya menambahkan bahwa adik perempuannya itu berusia 12 tahun.(sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2