Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Partai Demokrat
Silatnas Demokrat Ricuh, Ruhut Diusir dari Arena
Friday 14 Dec 2012 17:22:34
 

Suasana acara Silaturahim Nasional dan HUT ke-11 Partai Demokrat di SICC, Sentul, Jawa Barat, Jumat (14/12).(Foto: Ist)
 
JAWA BARAT, Berita HUKUM - Ruhut Poltak Sitompul menjadi bintang dalam Silaturahim Nasional dan HUT ke-11 Partai Demokrat. Meski sudah dipecat, Ruhut masih saja datang ke acara silatnas di SICC, Sentul, Jawa Barat, Jumat (14/12).

Kedatangan Ruhut ini pun membuat ruangan silatnas sempat memanas. Bahkan sejumlah kader meneriaki Ruhut. "Dasar pengkhianat. Tak beretika. Bicara sembarangan," teriak peserta silatnas.

Kericuhan bermula saat Ruhut Sitompul diwawancarai oleh sejumlah wartawan di arena Silatnas. Saat itu, puluhan kader Demokrat berteriak menghujat Ruhut yang baru dicopot dari pengurus DPP. Mereka minta Ruhut diusir ke luar arena Silatnas.

Tak ingin keadaan semakin memanas, belasan Petugas Rajawali (petugas pengamanan Demokrat) langsung mengamankan Ruhut. Para petugas pun langsung mengajak Ruhut keluar dari ruangan.

Saat dibawa ke luar ruangan, sempat terjadi sedikit dorong-dorongan antara petugas dan wartawan. Ruhut yang dikelilingi lima petugas hanya tersenyum saja. Dia pun sempat berkomentar, "Hanya Pak SBY yang bisa pecat aku," imbuhnya.

Usai itu, Ruhut yang mengenakan jaket Demokrat, langsung dibawa ke mushalla yang berada di Hall D. Di ruangan itu, Ruhut juga dijaga ketat. Wartawan tidak diperbolehkan masuk ke mushala itu.

Setelah selesai acara, Ruhut mengaku tak terpengaruh dengan hujatan itu. Dia menyatakan tidak akan mundur dari Demokrat. "Ini bukan partai pertama saya, ini partai terakhir saya," kata dia.

"Saya tahu siapa yang berteriak-teriak itu. Itu pendukung orang yang mau menjadi tersangka," tambahnya.

Namun demikian, Ruhut tidak menyebut dengan jelas siapa yang dia maksud ini.(dbs/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Partai Demokrat
 
  Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
  Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
  Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
  Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
  Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2