Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Polri
Soroti Kasus Brigadir J, Perekat Nusantara Minta Polri Tidak Terpengaruh Opini Publik dan Hindari Peradilan Sesat
2022-07-23 00:05:45
 

Pengurus dan Anggota Pergerakan Advokat (Perekat) Nusantara saat foto bersama.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Koordinator Pergerakan Advokat Nusantara (Perekat Nusantara) Petrus Salestinus meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak terpengaruh terhadap opini publik yang berkembang terkait pengusutan kasus dugaan polisi tembak polisi yang mengakibatkan tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Penyidik Polri hendaknya fokus terhadap kasusnya, tetap berpedoman pada KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana) dan menghindari peradilan sesat.

"Dalam kasus Brigadir J banyak sekali opini, komentar, pemberitaan yang tidak relevan berkembang. Hal ini telah menggiring masyarakat untuk melakukan peradilan sesat. Penyidik Polri agar tidak terpengaruh terhadap semua ini," cetus Petrus, dalam jumpa pers di Jakarta, Jum'at (22/7).

Turut hadir dalam acara itu, anggota Perekat Nusantara diantaranya, Erick S. Paat, Pieter Singkali, H. Moh. Satu Pali, Daniel T. Masiku, Antonius M. Safendi, Piterson Tanos, Berechmans M. Ambardi, Vincent Rante Alo, Juanita Valeri Tanamal, Gideon Tarigan, Robertus Mujiono, Brodus, Albertus, Carrel Ticualu, Posma G. Siahaan dan Slamet.

Lebih lanjut Petrus Salestinus menyebutkan, Perekat Nusantara juga menyoroti makin maraknya informasi dan pemberitaan yang berkembang. Menurutnya, informasi serta pemberitaan yang berkembang hingga saat ini bukan hanya dianggap mengganggu kredibilitas institusi Polri, namun cenderung juga mempengaruhi mekanisme penegakan hukum dalam upaya mengungkap kasus tersebut.

"Bahwa apa yang terjadi hari ini, bahkan sudah 14 hari ini medsos (media sosial) telah mengendalikan semua pemberitaan (kasus Brigadir J) dan mengendalikan bagaimana polisi bekerja. Dan sepertinya tidak ada kekuatan lain yang bisa mengendalikan ini," kata Petrus.

Apabila hal itu terus terjadi, lanjut Petrus, dikhawatirkan akan menjurus pada persoalan tindak pidana.

"Ini sangat berbahaya, karena bisa masuk kepada fitnah, mencemarkan nama baik orang dan mendahului pengadilan," ujarnya.

Salah satu opini yang berkembang yakni Irjen Pol Ferdy Sambo seakan-akan ditempatkan sebagai posisi tertuduh.

"Polri tidak boleh pada posisi dikendalikan. Polri harus tetap profesional melaksanakan tugas sesuai dengan KUHAP dan tupoksi," lugas Petrus.

Erick S. Paat menambahkan dan sekaligus menghimbau agar masyarakat mempercayakan proses hukum kasus tersebut kepada Polri.

"Mari kita junjung asas praduga tak bersalah," tukasnya.

Diinfokan bahwa Perekat Nusantara dalam waktu dekat akan bertemu dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Selain untuk memberikan dorongan agar kasusnya diusut tuntas, pihaknya juga ingin meyakinkan Polri agar tetap percaya diri mengusut tindak pidana ini sesuai aturan yang berlaku dan tidak terpengaruh pada opini publik.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Polri
 
  Tolak Fitnah terhadap Kabareskrim, Pekat IB Do'akan Polri Solid dan Minta Ismail Bolong Ditangkap
  Polri Diminta Usut Dugaan Tindak Pidana terkait Kasus Gagal Ginjal Akut Anak
  HUT Lalu Lintas Polri ke-67, Kapolri Listyo Sigit Luncurkan Program Prioritas E-TLE Nasional
  Banding PTDH Ditolak, Ferdy Sambo Resmi Dipecat dari Polri
  Eks Kapolres Bandara Soetta Kombes Edwin Hatorangan Hariandja Di-PTDH dari Polri
 
ads1

  Berita Utama
Mulyanto Usul Pemerintah Berikan Subsidi untuk Pembelian Kendaraan Listrik Esemka

DPR Setujui Laksamana Yudo Margono jadi Panglima TNI Menggantikan Jenderal Andika Perkasa

Terkait Anggaran Proposal Rp100 Miliar Acara Temu Relawan Jokowi di GBK, Ini Klarifikasi Mantan Sekjen Projo

268 Warga Meninggal Dunia dan Ribuan Orang Luka-luka Akibat Gempa Cianjur

 

ads2

  Berita Terkini
 
Tragedi Mobil Hilux Tabrak Pomini dan Terbakar hingga 8 Meninggal, Terdakwa Maripal Dituntut Penjara 10 Tahun

Gerakan Pemuda Marhaenis Menuding Ketidakcermatan Ditjen AHU Kemenkumham Soal Pemblokiran Akses GPM

Jalan Sulit Berliku Freddy Widjaja Dalam Perjuangkan Haknya

Pimpinan DPR Imbau Tahun Baru 2023 Dirayakan Sederhana

Mulyanto Usul Pemerintah Berikan Subsidi untuk Pembelian Kendaraan Listrik Esemka

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2