Oleh: Ahmad Mansur Suryanegara *)
ISLAM sebagai agama sejak awal kelahiran dihadapkan pada tantangan setan. Setiap mukmin dalam membaca tantangan – challenge dengan pandangan yang mendasarkan keyakinan bil ghoibi (QS 2 : 3). Tidak hanya membaca yang terlihat lahiriyah atau terseurat. Melainkan lebih mengutamakan membaca dari sisi yang tersirat – cryptical message.
Bertolak dari Ulul Azmi, kelima Nabi dan Rasul dalam masa juang jihad dihadapkan pada tantangan yang lebih mendasar inner conflict atau internal conflict. Benturan ajaran dengan putra putrid (Nabi Adam AS), dengan istri putra (Nabi Nuh AS), dengan ayah (Nabi Ibrahim AS), dengan istri (Nabi Luth AS), dengan putra-putranya (Nabi Yakub AS), paman dan besan (Rasulullah SAW) yang memprotes dan menolak kebenaran ajaran wahyu.
Strategi (sklill ini managing any affair) dapat juga diartikan sebagai the art of planning operation in war, eps. Or the movements of armies and navies, into favorable positions far fighting. Sejak Nabi Adam AS dan Siti Hawa Ra, starteginya adalah menegakan khalifah (QS 2 : 30) walaupun baru bedua. Demikian pula Nabi Daud AS walau masih muda juga menjadi khalifah pengatur kehidupan bersama (QS 2 : 249). Dan rasulullah SAW mengubah Yatrib menjadi Madinah. Arti Madinah adalah Kota. Dan Kota = polis. Dari kata polis sebagai dasar istilah politik. Rasulullah SAW bertolak dari menegakan kesadaran beratuhid, dan berahlak mulai, strategi dalam menata keragaman masyarakat Madinah, mengadakan “Piagam Madinah” guna pengikat kehidupan bersama. Walau kaum Yahudi danNasrani tidak membenarkan.
Rasulullah SAW dalam pembinaan dana, menumbuhkan kesadaran masyarakat berzakat, bersodaqoh, berinfak. Menekankan pemahaman jihad dengan menomor satukan harta dan nomor dua jiwa. Dalam maslah tanah pertanian, land reform dianjurkan secara sukarela, kaum Anshor memberikan tanah garapannya ke kaum Muhajirin.
Pembinaan rumah tangga dengan mengingatkan wanita sebagai Jabal Rahmah. Pernihakan sebagai Idul Adha. Artinya nikah itu sacral dan agung. Tidak membanrkan perendahan terhadap wanita. Monogami sebagai pilihan yang mencegah bertindak tidak adil.
Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan maslah rumah tangga, tetapi berbagai hal yang termasuk dalam tata cara kehidupan niaga, hokum waris, dan hokum perang menghadapi serangan lawan. Hukum pembebasan perbudakan dan lainya.
Islam Indonesia
Seebnarnya pada saat Rasulullah SAW masih menjadi wiraniagawan, kontak dengan para niagawan Indonesia sebagai hal terbiasa dalam kehidupan pasar. Indonesia sebagai penghasil komoditi yang diperlukan pasar dunia. Oleh karena itu, tidaklah heran bila Islam masuk awalnya melalui pasar.
Dari penguasaan pasar, dari pasar dikembangkan budaya Islam, pengembangan bahasa komunikasi pasar, Melayu Pasar, huruf Arab Melayu atau Arab Jawi. Kelanjutannya terbangun kekuasaan politik atau kesultanan serta pembinaan regenerasi melalui pesantren.
Ancaman penjajah asing – imperalisme barat, kerajaan Katolik Portugis (abag ke 16) dan Kerajaan Protestan Belanda (abad ke 17) membangun jiwa Zeno phobia dengan menguatkan kesadaran bersyariah Islam.
Mempelopori, membangun kesadaran nasional menanamkan cinta tanah air, bangsa dan agama dengan membangun organisasi : Syarikat Dagang Islam/SDI (1905) dan Syarikat Islam (1906) di Surakarta. Persyariakatan Muhamadiyah (1912), Persatuan Ummat Islam (1915), Persatuan Islam/Persis (1923), Nahdtatoel Oelama/NU (1926).
Organisasi politik : Partai Syarikat Islam Indonesia (1923), Partai Islam Indonesia (1939), Organisasi Mahasiwa Jong Islamiten Bond (JIB) dan JIB Dames Afdeeling. JIB inilah yang mempelopori gerakan pelaksanaan persatuan nasional Indonesia yang ditentang oleh Boedi Oetomo. JIB yang mengilhami adanya Kongres Pemuda 18 Oktober 1928. Dari kalangan pemuda dan wanita juga membangun organisasi sebagai jawaban terhadap tantangan penjajahan.
Membangun Organisasi Militer Moderen :
Umat Islam Indonesia dihadapkan Perang Dunia II (1942 – 1945) dan berakhirnya penjajahan Kerajaan Protestan Belanda di Kalijati, Jawa Barat, 08 Maret 1942, Indonesia berada di bawah penjajahan Kekaisaran Shinto Jepang. Pelaksananya Balatentara di Nippon. Dalam upaya memenangkan Perang Asia Timur Raya, dijalankan Kebijakan Islam yang lebih mendekati para ulama daripada pimpinan parpol. Seluruh organisasi sosial dan politik yang pernah didirikan masa Gerakan Kebangkitan Nasional (1900 – 1942) dilarang.
Selain umat Islam diizinkan menghidupkan kembali MIAI, juga diizinkan membangun organisasi Masyumi (1942). Dan juga diizinkan untuk membangun organisasi militer modern “Tentara Pembela Tanah Air’ (PETA) (03 Oktober 1943). Balatentara Jepang mempercayakan 68 Batalyon Tentara Peta di Jawa, Madura dan Bali, dipimpin oleh Ulama sebagai Daidancho atau Komandan Batalyon.
Dari Tentara PETA pada saat Proklamasi, menjadi sebab lahirnya Tentara Nasional Indonesia/TNI (05-Oktober 1945). Tersebab TNI lahir dari rahim Tentara Peta yang dipimpin oleh Ulama, disambut oleh rakyat sebagai Anak Kandung Rakyat. Dan Bung Dirman sebagai Guru SD Muhammadiyah dengan latar belakang sebagai Tentara Peta, terpilih sebagai Panglima Besar TNI.
Proklamasi dan NKRI
Umat Islam mempunyai landasan organisasi militer yang kuat pada awal Proklamasi, 17 Agustus 1945, Jumat Legi, 09 Ramadhan 1364. Sebelum Proklamasi, Bung Karno meminta dukungan terlebih dahulu kepada Ulama.
Mungkinkan Indonesia berideologi Pancasila dan berkonstitusi UUD 1945 bila tanpa persetujuan awal dari Wahid Hasyim (Nahdlatoel Oelama/NU) dan Ki Bagoes Hadikoesoemo dan Kasman Singodimedjo (Persyarikatan Moehamadiyah). Ketiga ulama ini sebagai perumus awal Pancasila dan UUD 1945, sehari setelah Proklamasi, 18 Agustus 1945, Sabtu Legi, 10 Ramadhan 1364. Karena perumus awal adalah Ulama, maka kemerdekaan Indonessia dinilai sebagai ‘Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa.’
Strategi Umat Islam (1945 – 1950) dalam melaksanakan ideology Islam, melalui Partai Politik Islam Indonesia Masjoemi, 07 Nopember 1945, berupaya menduduki posisi kementrian yang strategis. Juga dalam kemiliteran.
Lawna utama dalam Perang Kemerdekaan (1945 – 1950), umat Islam ikut aktif dalam Diplomasi Perjanjian Linggarjati, Renvile dan KMB. Serta ikut bergerilya.
Lawan kedua adalah PKI yang tunduk kepada Uni Soviet Rusia. Sedangkan Rusia sebagai salah satu dari pimpinan Sekutu : AS, Inggris, Perancis, Rusia. Dalam perjanjian Posdam diputuskan Penjajah menerima kembali tanah jajahannya. Rusia dan PKI bekerjasama dengan Kerajaan Protestan Belanda. PKI tidak membenarkan proklamasi.
Dampaknya PKI Melancarkan Kudeta :
Cirebon, 12 Februari 1946 dipimpin oleh Mr. M.Joesoef, Yogyakarta, 3 Juni 1946, dipimpin oleh Datuk Tan Malaka. Madiun, 19 September 1948 di pimpin Amir Syarifoeddin dan Moeso.
Umat Islam sekalipun mempunyai akar kekuatannya di militer TNI dan Laskar Hisbullah dan Sabiullah, tidak dimanfaatkan untuk menentang pemerintahan atau melakukan kudeta. Lebih banyak memanfaatkan potensinya untuk tetap loyal terhadap pemerintah. Walaupun PDRI dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara dari Masyumi.
Pembentukan NKRI, 17 Agustus 1950
Mohammad Natsir dari Masyumi dalam menjawab tantangan tentara Kerajaan Protestan Belanda melanggar RIS yang abru diakui 27 Desember 1949 dengan APRA di Bandung, 23 Januari 1950, mengadakan Mosi Integral pembubaran seluruh Negara Bagian RIS dan mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibawah pimpinan Presiden dan Wakil Presiden – Sikarno – Hatta, serta Perdana Menteri M. Natsir.
Mungkinkah NKRI memiliki lambing Negara garuda Pancasila, bila tanpa disahkan oleh Perdana Menteri Kedua NKRI, Dr.Soekiman Wirjosandjojo dari Masyumi. Penciptanya adanya Sultan Hamid II dari Pontianak.
Burung Garuda Pancasila sebagai Burung Elang Rajawali, Sayyidina Ali Ra. Dan Perisainya adalah Lambang Ka’bah dan Hijir Ismail. Membaca lambangnya diawali dari Bintang turun ke Gelang naik ke Pohon, terus ke Banteng, dan turun ke Kapas dan Padi disebutnya Thowaf.
Pemilu DPR dan Konstituante
Di bawah Kabinet Burhanudin Harahap dari Masyumi, pada 1955 terlaksana Pemilu pertama untuk DPR dan Konstituante. Tetapi akibat adanya Dekrit Presiden (1959) maka terjadilah pembubaran DPR dan Konstituante.
Memasuki tahun 1960, situasi terjadi pembalikan kosntalasi politik. PKI yang bisa keluar sebagai salah satu Empat Besar, PNI, Masyumi, NU dan PKI.
Pembebasan Irian Barat yang memerlukan pembelian senjata dari Rusia maka melahirkan kerjasama Presiden dengan DN Aidit dan PKI mulai di atas angin. Rangkulan DN Aidit PKI tidak terkirakan oleh Pemimpin Besar Revolusi Presiden Sukarno, akan terjadi G30SPKI di Jakarta (1965) dan berdampak lengsernya kepemimpinannya. Pimpinan Masyumi dan Partai Sosialis dipenjara (1960). Orde Baru, lahirlah PPP. Presiden Suharto selama 32 tahun, dalam memebndung ajaran Komunisme, Lenimisme, Maonisme, membangun Masjid Pancasila sebanyak 999 buah masjid.
Kudratullah NKRI adalah perwujudan MahaKarya Ulama dan Umat Islam Indonesia. PKI melalu kudetanya, berupaya menumbangkan NKRI. Tetapi sejarah membuktikan semua gerakan apapun di Nusantara, Indonesia, yang sekarang pun berupaya menegakkan Dereligionisasi – peniadaan agama, dan menyinhkirkan Ulama dan pimpinan Islam, pasti tumbang pada ujung sejarahnya.(bhc/rat)
*) Penulis adalah Seorang Sejarahwan, makalah ini dsampaikan pada Seminar Nasional, Menyongsong Muktamar Partai Bulan Bintang, Meneguhkan Ideologi Menentukan Arah dan Strategi Perjuangan Partai, di Jakarta, Selasa, 27-Januari-2015
|