Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Partai Gerindra
Terganjal, Gerindra Akan Ajukan Judicial Review UU Pilpers ke MK
Wednesday 28 Nov 2012 13:31:06
 

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM – Partai Gerindra menyadari tingginya angka Presidential Threshold berpotensi mengganjal pencapresan Prabowo Subianto. Syarat pencapresan memang cukup rumit di mana parpol atau gabungan parpol hanya bisa mengajukan capres jika sukses meraup 25 persen suara Pileg atau 20 persen kursi di DPR.

Setgab koalisi akhirnya sepakat UU Pilpres tidak direvisi dan mempertahankan Presidential Threshold (PT) yang berlaku di Pilpres 2009 lalu. Gerindra merasa Setgab koalisi telah menjegal pencapresan Prabowo.

Seperti dikutip dari detik.com, Ahmad Muzani mengatakan, "Saya kira keputusan dari Setgab koalisi itu sah-sah saja. Sekali lagi partai koalisi itu mengambil keputusan tidak atas dasar pada kepentingan jangka panjang, tapi kepentingan ini lebih kepada upaya untuk menjegal orang atau partai tertentu, termasuk Pak Prabowo," tegas Sekjen Partai Gerindra ini, Rabu (28/11).

"Sekali lagi Gerindra tidak panik menghadapi keputusan ini. Walaupun ya jumlah kami hanya 4,6 persen di Pemilu 2009 dan hanya 26 kursi," kata Muzani. Gerindra akan melakukan berbagai upaya perlawanan. Termasuk dengan mengajukan judicial review UU Pilpers ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami akan tetap melakukan upaya bagaimana melawan hegemoni ini harus dihentikan, tidak boleh diteruskan. Ke MK adalah salah satu ikhtiar kami, ini arogansi politik penguasa," ujarnya.(dtk/bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Partai Gerindra
 
  Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur
  Sindir RY, Gerindra Ingatkan Bahaya DNA Koruptor di Bogor
  Sandiaga Uno Kembali ke Gerindra dan Tak Incar Posisi
  Menang Gugatan Pengadilan, Mulan Jameela dkk Siap Menatap Senayan
  Gerindra: Demi Indonesia, Prabowo Rela Dikecam karena Bertemu Jokowi
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2