OSLO-Aksi teror kembali melanda Norwegia. Selain melakukan pengeboman di pusat kota Oslo, teroris juga melakukan penembakan di lokasi perkemahan musim panas di Pulau Otoeya, pulau kecil yang letaknya tak jauh dari Oslo. Serangan atas kota yang dikenal dengan Hadiah Nobel Perdamaian itu, terjadi pada Sabtu (23/7) dini hari atau Jumat (22/7) waktu setempat.
Getaran bom yang cukup besar ini, sempat mengguncang sejumlah bangunan di jantung Ibu Kota Norwegia, Oslo, termasuk kediaman kantor Perdana Menteri Norwegia. Ledakan bom dan serangan bersenjata itu, sedikitnya menelan korban 91 orang tewas dan puluhan orang luka-luka.
Seorang aksi mata mengatakan, pelaku melarikan diri ke sebuah perkemahan musim panas dengan mengenakan pakaian polisi. Saat melarikan diri, pelaku melepas tembakan ke arah seorang pemuda, sebelum kemudian menceburkan diri ke laut, berenang dan melarikan diri dengan peralatan yang sepertinya sudah disiapkannya tersebut.
Serangan bom ini merupakan peristiwa kekerasan terburuk di Norwegia sejak Perang Dunia II. Di kompleks perkemahan pulau berhutan, di mana beberapa mayat tergeletak di sepanjang pantai. Polisi memperkirakan, jumlah korban bisa bertambah.
Sementara dalam jumpa pers, seorang pejabat kepolisian, Thor Langli, mengatakan, tersangka diidentifikas berusia 32 tahun berkebangsaan Norwegia di Pulau Utoeya. Sejauh ini, pelaku diketahui bertindak sendirian dalam kedua serangan itu. ”Tampaknya tidak terkait dengan semua organisasi teroris internasional,” kata dia.
Seperti diberitakan AFP, dia menilai, tindakan itu bukan Islam terkait teror. Hal ini tampaknya seperti pekerjaan orang gila itu. Serangan itu lebih mirip tragedi Oklahoma City di Norwegia ketimbang World Trade Center. Sementara jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah dan belum dihitung secara persis berapa jumlahnya. Masyarakat diminta untuk tidak mengaktifkan telepon seluler di sekitar Oslo, sebab polisi masih akan melacak jaringan komunikasi pelaku. ”Kami belum tahu persis, berapa korban tewas dalam insiden ini,” kata Thor Langli.
Langli tidak bisa mengkonfirmasi apakah ledakan itu terjadi di jalan atau di dalam kantor-kantor pemerintah. Tapi ledakan itu merusak bagian depan kantor pemerintah, termasuk menghempaskan jendela dan bagian depan gedung berlantai 17 yang menjadi kediaman dinas Kantor Perdana Menteri.
Sedangkan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg menolak mengomentari kemungkinan motif di balik serangan bom itu. Ia hanya menekankan pentingnya peran kepolisian melakukan penyelidikan lebih dalam dan penyelamatan para korban. ”Saat ini fokusnya adalah pada membantu orang terluka. Ini adalah situasi yang sangat serius,” kata dia.
Stoltenberg tidak terluka dalam insiden itu, meski bom memecahkan jendela kantornya. Namun, ia menyatakan, peristiwa ini serangan teror kembar mengguncang Norwegia yang selama ini relatif aman. Aksi penembakan dan pengeboman itu merupakan tragedi nasional. "Sejak Perang Dunia II, negara kita tidak pernah mengalami kejahatan dengan skala ini," kata Stoltenberg.
Dari foto-foto yang dipublikasikan media setempat, tampak skala ledakan mungkin kategori "high explosive". Seorang pria Norwegia bernama Anders Behring Breivik telah ditahan terkait dua serangan teror yang terjadi di dua tempat berbeda dalam selisih waktu sekitar dua jam tersebut. Pria berumur 32 tahun itu tengah diinterogasi polisi. Dia diyakini bekerja seorang diri dalam aksi pembantaian tersebut. Pria berambut pirang itu disebut-sebut terkait ekstremis sayap kanan. Belum jelas motif perbuatannya.
Mengalir Kecaman
Beberaprapa jam setelah kejadian yang mengguncang Oslo, kecaman dari seluruh dunia langsung melayang. Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan pemboman dahsyat ini merupakan pengingat bahwa dunia memiliki peran dalam menghentikan teror seperti itu terjadi. Dia juga menyatakan belasungkawa kepada orang-orang Norwegia.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Kim Moon ikut mengutuk serangan ini. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya, Ban mengatakan, mengutuk kekerasan ini dan menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah Norwegia dan keluarga korban.
Semnetara Perdana Menteri Australia Julia Gillard menyatakan, bergabung dengan kecaman internasional atas serangan teror di Norwegia. Aksi keji ini menggambarkan pemboman kembar dan penembakan sebagai "brutal dan mengejutkan".
Sedangkan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper juga mengutuk aksi ini sebagai tindakan "biadab dan tidak masuk akal". Harper mengatakan, dirinya sangat terkejut dan sedih mengetahui dari pemboman di Oslo serta penembakan massal di sebuah kamp pemuda di sebuah pulau terdekat.
"Kanada mengutuk tindakan biadab dan tak masuk akal dari kekerasan dan pikiran kita dan doa-doa dengan korban, saksi dan semua pihak yang terpengaruh oleh serangan-serangan ini. Atas nama semua warga Kanada, Laureen dan saya ingin mengungkapkan belasungkawa yang tulus dari Kanada untuk Perdana Menteri Jens Stoltenberg dan kepada seluruh rakyat Norwegia," ujarnya.(dbs/ans)
|