Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Cina
Topan In-fa Melintasi Cina Puluhan Orang Tewas, Shanghai Dilanda Banjir Besar
2021-07-27 06:43:32
 

Gambar kedatangan topan yang menghantam ke pantai Cina, 25 Juli 2021.(Foto: Twitter/ @NewsDisasters)
 
CINA, Berita HUKUM - Angin topan In-fa memicu hujan lebat di seluruh wilayah Shanghai pada Senin (26/7). Banjir besar melanda dataran rendah, pemukiman warga, hingga meruntuhkan papan reklame dan puluhan orang tewas.

Banjir besar yang menghantam hampir seluruh kota Shanghai, Cina, pada Senin (26/7) mengakibatkan perjalanan menggunakan pesawat dan kereta api batal, banyak perkantoran dan sekolah ditutup, termasuk konsulat Amerika Serikat.

China tengah, kota Zhengzhou mengalami banjir akibat curah hujan terberat dalam 1.000 tahun.

Ahli meteorologi menyebutkan, kota Zhengzhou mencatat curah hujan 617,1 mm pada 17-20 Juli. Curah hujan selama tiga hari ini menyamai tingkat curah hujan yang hanya terlihat sekali dalam seribu tahun.

Hampir 50.000 orang telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Sedangkan masih banyak warga lainnya yang diminta untuk tetap di rumah.

Pemerintah setempat mengatakan angin topan In-fa telah menumbangkan sekitar 30.000 pohon, 268 papan reklame, dan rambu-rambu toko. Pemadaman listrik mempengaruhi 110.000 pengguna, dengan 12.700 rumah tangga untuk sementara tidak mendapat aliran listrik.

Layanan kereta bawah tanah di Shanghai dihentikan sebagian untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Banjir mengakibatkan puluhan orang tewas
Pada siang hari (26/07) waktu setempat, topan In-fa berpusat sekitar 60 kilometer barat daya Shanghai, membawa angin dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam.

Hujan yang dipicu angin topan tersebut untuk pertama kalinya terjadi pada Minggu (25/07) di provinsi Zhejiang tepat di selatan Shanghai, dan kemudian bergerak ke utara melintasi Teluk Hangzhou sebelum menghantam daratan lagi di tepi selatan Shanghai.

Di Zhejiang, lebih dari 1,5 juta orang telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Pemerintah provinsi memperingatkan kemungkinan terjadinya letusan gunung api di 23 kabupaten dan kota. Tidak ada korban luka dan tewas yang dilaporkan, meski kerugian pada sektor pertanian diperkirakan berjumlah besar.

Di kota Zhengzhou, upaya penyelamatan terus berlanjut dan bantuan logistik diangkut dengan truk untuk kemudian disalurkan kepada korban banjir. Bencana ini setidaknya menewaskan 63 orang, termasuk 12 orang di stasiun kereta bawah tanah.

Topan In-fa diperkirakan akan bergerak ke utara-barat laut Cina dan masuk hingga ke pedalaman, tetapi terus melemah seiring berjalannya waktu.(ha/hp (AP)dw com/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Ditjen PSLB3 KLHK Didesak Miliki Langkah Terukur Tangani Volume Sampah

Pengacara Gubernur Papua Dilaporkan ke Badan Intelijen Negara dan Polri terkait Berita Hoax

Komunitas Buruh Samarinda Dorong Firli Maju Pilpres 2024

Johan Budi Usul Penggunaan UU TPPU dalam Pengungkapan Kasus Judi

Ketua Umum IMI Bamsoet Apresiasi Pelaksanaan APRC Danau Toba Rally 2022

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2