Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
HUT RI
Usia 76 Tahun Indonesia Merdeka Sisakan Masalah Kebangsaan, Haedar Ajak Elit Duduk Bersama
2021-08-31 06:47:58
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Di samping dampak berat pandemi di berbagai bidang, makna 76 tahun kemerdekaan Republik Indonesia semakin sulit dipahami dengan sejumlah masalah kebangsaan.

Dalam pidato kebangsaan yang disiarkan live di televisi nasional CNN Indonesia, Senin (30/8) Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut masalah kebangsaan itu perlu menjadi perhatian para elit dan seluruh warga bangsa.

"Antara lain suasana keterbelahan sesama anak bangsa, masalah "radikalisme-ekstremisme" yang pro-kontra dalam pandangan dan penyikapan, korupsi dan perlakuan terhadap koruptor yang dianggap memanjakan, praktik demokrasi transaksional, kesenjangan sosial, menguatnya oligarki politik dan ekonomi, kehadiran media sosial yang memproduksi persoalan-persoalan baru, masalah utang luar negeri dan investasi asing, serta kehidupan kebangsaan yang semakin bebas atau liberal setelah dua dasawarsa reformasi," urai Haedar.

Haedar khawatir jika berbagai masalah tersebut diabaikan dan dianggap biasa, maka bakal menjadi sebab yang kontraproduktif dengan arti kemerdekaan sendiri.

Dengan mengapresiasi dan tidak mengecilkan setiap prestasi yang telah diraih oleh bangsa Indonesia pada usia ke-76 tahun, Haedar berharap masalah internal kebangsaan di atas segera diselesaikan oleh semua elit bangsa dengan kebersamaan dan persatuan.

"Pada situasi yang krusial inilah maka diperlukan refleksi semua pihak bagaimana mengelola perbedaan-perbedaan itu untuk ditemukan titik temu dalam spirit Persatuan Indonesia demi keutuhan dan kelangsungan hidup Indonesia," pesannya.

Haedar lebih lanjut mengajak para elit bangsa menjadikan penghayatan atas setiap pasal Pancasila sebagai titik temu membenahi masalah internal kebangsaan di atas. Apalagi, Pancasila yang dilahirkan oleh para tokoh bangsa melalui proses musyawarah-mufakat dan mengandung ideologi tengahan atau moderat.

"Ketika Indonesia merayakan kemerdekaan ke-76 dengan segala masalah, tantangan, ancaman, dan peluang yang dihadapi marilah pemerintah dan seluruh komponen bangsa menyatukan jiwa, pikiran, dan langkah menuju terwujudnya cita-cita Indonesia Merdeka yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Jalan masih panjang dan terjal menuju Indonesia yang diidamkan itu. Keragaman pandangan dan pengelompokkan tidak semestinya kita retak dan becah-belah. Di sinilah pentingnya jiwa kenegarawanan seluruh elite dan wargabangsa untuk membawa Indonesia menuju negeri idaman," tegasnya.(muhammadiyah/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Anies Tegaskan Parpol Koalisi Perubahan Siap Dukung Hak Angket Kecurangan Pemilu

Timnas AMIN Ungkap Temuan soal Dugaan Penggelembungan Suara Pilpres 2024

Anies: Perjuangan Kita Belum Selesai

Jokowi Katakan 'Kalian Hebat Bila Bisa Kalahkan Saya'? Pratikno: Tak Benar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Anies Tegaskan Parpol Koalisi Perubahan Siap Dukung Hak Angket Kecurangan Pemilu

Transaksi Pembelian Emas Fantastis, Pemerhati Hukum Curiga Crazy Rich Budi Said 'Cuci Uang'

Relawan Ganjar Minta Pilpres 2024 Diulang karena Banyak Kecurangan yang Terstruktur, Sistematis dan Masiv

Timnas AMIN Ungkap Temuan soal Dugaan Penggelembungan Suara Pilpres 2024

Putusan Sela, PTUN Kabulkan Gugatan Anwar Usman yang Ingin Jadi Ketua MK Lagi

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2