Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Pemilu 2014
Banner Angka 2 di Monas Melanggar Aturan
Monday 23 Jun 2014 06:55:17
 

Angka 2 di Banner acara HUT DKI ke 487 di sekitar Monas.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Puluhan poster bergambar logo HUT DKI ke-487 dengan angka 2 di sebelah kanan bertebaran di pelataran Monas. Poster atau Banner yang identik sekali dengan logo kampanye para pendukung calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini menarik perhatian banyak pihak karena dianggap kampanye.

"Ini kok bisa ada poster di sini? Memangnya Pak Jokowi mau kampanye di sini ya?" celetuk salah seorang pengunjung yang tengah lewat di pelataran barat daya Monas (Minggu, 22/6).

Poster berukuran besar itu mengelilingi Tugu Monas. Poster terbagi dalam dua gambar. Bagian kiri gambar kepala ondel-ondel khas kota Jakarta dengan logo kecil 487 dan tulisan 'Jakarta Baru Jakarta Maju' di bagian bawahnya. Di bagian tengah gambar tertulis 'Ayo foto selfie dengan Latar belakang background ini dan post di twitter kamu dengan hastag ##pesta22 dan dapatkan souvenir menarik dari Jakarta Community Network'.

Di sebelah kanan tertulis angka 2 seperti yang kerab digunakan oleh timses Jokowi-JK. Di bagian atasnya tertulis 'Hari ini tanggal dua puluh'. Dan di bagian bawah angka 2 tertulis 'Dirgahayu DKI Jakarta ke-487'.

Puluhan poster ini melanggar Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 1389/07.17 tanggal 18 Juli 2008 tentang Lokasi-lokasi Larangan Pemasangan Alat Peraga Kampanye dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Nomor 39 Tahun 2013 Tentang Ketentuan Lokasi Kampanye dan Pemasangan Alat Peraga Kampanye di DKI Jakarta pada Pemilu 2014.

"Kawasan Monas termasuk white area yang dilarang digunakan untuk kampanye," ujar Ketua KPU DKI Sumarno kepada Rakyat Merdeka Online.

Belum diketahui siapa yang memasang poster tersebut. Namun akan dijelaskan di berita berikutnya.(dem/rmol/et/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Pemilu 2014
 
  Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
  3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
  Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
  NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
  Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2