JAKARTA, Berita HUKUM - Dari hasil rilis survei yang dilakukan oleh lembaga survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) menyatakan bahwa, ada konstilasi perubahan besar dalam Partai Politik setelah berlangsungnya pemilihan Legeslatif pada 9 April mendatang. Hal tersebut, berdasarkan pembacaan peta politik yang kerap dipublikasikan di berebagai media massa akhir-akhir ini.
Menurut rilis dari SSS menyebut hanya ada 4 Partai yang akan menguasai Pemilu 2014 yakni PDIP, Golkar, Gerindra dan Demokrat, diluar itu dianggap sulit. Misalnya dalam berbagai hasil survai oleh lembaga survai, tingkat elektabilitas partai dapat ditilik dalam angka optimis dan angka pesimis.
"Media massa mempunyai peran yang cukup sentral dalam memberikan informasi mengenai dinamika politik, dan kita bisa lihat Partai-partai mana yang terlihat selalu dipojokan oleh media dengan berbagai kasus korupsinya," ujar Direktur SSS, Ari Nurcahyo di Jakarta, Jumat (4/4).
Sementara, untuk angka elektabilitas maksimal yang bisa dicapai, ada angka pesimisi adalah angka elektabilitas minimal yang bisa diperoleh. Dalam wilayah tersebut, PDIP adalah partai yang dianggap paling optimis dalam mengahadapi Pemilu, yakni dengan Presentase 28.67%, disusul dengan Golkar yang mencapai nilai 15.29% kemudian Gerindra yakni 13.49%. Sedangkan Demokrat harus kalah dengan partai Gerindra, dan menempati posisi terakhir yakni 7.34%.
Hal itu terjadi tidak lain karena pengaruh media yang akhir-akhir ini selalu memojokan Demokrat dengan kasus-kasus korupsinya.
Demikian juga dengan Partai PDIP, ia menempati posisi nomor wahid karena banyak disumbangkan oleh efek Jokowi. Dengaan kata lain, pemilih diprediksi akan menjatuhkan pilihannya kepada PDIP karena lebih kepada sosok Jokowi, bukan berdasarkan slogan atau visi misi yang diajukan oleh Partainya.
"Kita bisa liat, sebelum ada Jokowi dan sesudah ada Jokowi bagaimana elektabiltasnya. Ternyata Jokowi bikin kader-kader PDIP ini semakin optimis," ujarnya kembali.
SSS juga memprediksikan PDIP akan menjadi pemain utama. Sedangkan partai-partai yang ingin berkoalisi kemungkinan besar adalah Partai yang punya kemiripan asas, ideologi, dan arah perjuangan yang sama dengan PDIP. Selain itu bisa diliat dari Partai yang selama ini tidak pernah bergesekan dengan PDIP.
"Diluar pertimbangan tersebut saya rasa susah untuk membangun koalisi dengan PDIP," pungkasnya.(bhc/put) |