JAKARTA, Berita HUKUM - Karen Agustiawan menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Pertamina. Wanita kelahiran Bandung, 19 Oktober 1958 itu akan melanjutkan karirnya di dunia akademik sebagai dosen di Harvard University.
Menurut Calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Pertamina di bawah pimpinan Karen banyak capaian yang telah diraih.
"Banyak capaian yang telah raih Karen selama memimpin BUMN, energi terbesar di Indonesia ini. Dari sisi kinerja perusahaan, tahun 2009 ketika dia baru memimpin, pendapatan Pertamina masih sebesar 300an triliun. Tahun 2013, sudah naik hampir dua kali lipat menjadi 700an triliun," kata Bahlil, di Jakarta Selatan, Kamis (21/8) lalu.
Ketua BPP HIPMI BIdang Infrastruktur dan Properti itu menyarankan Direktur PT Pertamina pengganti Karen Agustiawan adalah seseorang yang punya rekam jejak bagus. Ditambah orang itu harus tahan godaan.
"Cari yang bagus-bagus. Tentunya yang punya integritas dan track record-nya bagus," katanya.
Menurut Bahlil, bisa juga orang partai politik dan profesional menduduki posisi Direktur Utama Pertamina. Hanya saja menurut pengusaha nasional asal Papua itu mengatakan jika dari orang partai nanti bisa menjadi sapi perahan.
"Cuma kalau orang partai risiko menjadi sapi perahan dari partainya sangat tinggi. Jadi memang lebih baik orang yang profesional tetapi mampu menghadapi tekanan politik" ujarnya.(Ilyas/sayangi/bhc/sya) |