ACEH, Berita HUKUM - Perusahaan PT.Pertamina Areal Sumatra yang di wakili oleh wakil manager Mujiono, dimampingi Sub kontaktor dari Konsorsium CPM, SCT, Unar, Kamis (17/10), melakukan pertemuan dalam rangka sosialisasi dengan warga masyarakat Kecamatan Birem Bayeun, Aceh.
Pertemuan yang di fasilitasi pihak kecamatan belansung di Aula kantor Camat kecamatan birem bayeun dari pukul 10:45 Wib hingga 12:30 Wib, hadir pada pertemuan tersebut selain warga yang akan terkena inbas pemasangan instalasi Jaringan pipa gas, tampak hadir Kapolsek Birem Bayeun Iptu Jamalus dan utusan Koramil Birem Bayeun.
Di hadapan pelaksana tugas (Sekcam) kecamatan Birem Bayeun Rudi Saputra, S.STP, M.AP, dan Muspika serta masyarakat, Mujiono menyebutkan, akan memberi kompensasi (Ganti Rugi) terhadap tanaman warga masyarakat yang terkena jalur pemasangan Jaringan pipa gas dari Arun (lhoksumawe) ke Belawan.
Mujiono menyebutkan, lahan warga yang terkena jalur pemasangan pipa tersebut akan di Sewa pihak Pertamina dari warga masyarakat dengan Lebar 14 meter selama 25 tahun kedepan, dan membayar ganti Rugi harga tanaman yang tumbuh di Atas lahan tersebut sesuai peraturan yang berlaku.
"Hal tersebut di lakukan atas permintaan Gubernur Aceh pada tahun 2012 yang lalu, untuk menghidupkan kembali pabrik pabrik yang ada di Arun saat ini," ujar Mujiono, di hadapan ratusan warga masyarakat kecamatan birem Bayeun.
Mujiono Menyebutkan diantara Areal yang terkena Jaringan pemasangan pipa gas tersebut, selain milik warga masyarakat yang terluas milik perusahaan, PTPN 1, PT.Damar Sipot, dan PT.Arco, dari PTPN 1 langsa diwakili Asisten pesonalia kebun baru Nur Zaitun di dampingi Asisten Adeling I kebun baru, Edy.
Sementara wakil manager Pertamina Areal Medan Mujiono, seusai pertemuan dengan warga masyarakat pada awak media ini mengatakan, proses pembayaran ganti Rugi tanaman dan Sewa menyewa lahan dari warga, mengacu pada NJOP," ujar Mujiono.
"Pemasangan ini juga telah di lakukan di Wilayah Aceh Tamiang, dan untuk Kabupaten Aceh Timur akan segera kita lakukan, Instalasi Jaringan tersebut di rencanakan beroperasi pada akhir November 2013, dan semua kerusakan akibat dari pemasangan tersebut, akan kita perbaiki, untuk itu kita minta pada masyarakat untuk melaporkan ke pihak kami (Pertamina-Red), kalau ada yang mengalami kerusakan," pungkas Mujiono.(bhc/kar) |